Petani Jagung Tara’a Panen Raya

KAYUMALUE NGAPA, – Puluhan petani dari kelompok Tani Tara’a Kabaiya Jalan Panyadaran Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara, bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan TNI melaksanakan panen raya jagung. Hasil panen raya itu terbilang cukup gemilang, karenadapat mencapai 8,8 ton per hektar.

Kadis Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Distanhutlut) Kota Palu, Muhlis mengatakan, panen raya komoditas jagung di wilayah Palu ke depan mempunyai prospek yang sangat bagus. Hal ini bisa dibuktikan dengan meningkatnya permintaan pasar , selain itu semakin banyaknya berdiri pabrik pakan ternak khususnya di wilayah Kota Palu sehingga permintaan bahan baku pakan ternak kedepan semakin tinggi, Kamis (27/10/2016) saat panen raya jagung untuk 0,25 hektar yang merupakan program Upsus Pajala bersama TNI.

Masih kata Muhlis, terkait penyakit putihan atau biasa yang disebut bulai memang akan menyebabkan hasil panen menurun bahkan beresiko gagal panen. Namun saat ini petani sudah tak perlu risau dan was-was dengan ancaman bulai itu karena Penyakit yang disebabkan oleh jamur itu saat ini sudah dapat diatasi.

Produksi jagung untuk kelompok tani Tara’a cukup tinggi dimana berdasarkan hasil dominanya maka produktivitasnya sebanyak 8,8 ton per hektar, meskipun ditanam diatas lahan kering namun memiliki kualitas tanah yang baik sebab meski tidak ditunjang air mengalir, namun dibantu dengan pohon sagu yang menyimpan banyak air dan membantu menyuburkan tanah.

“Terdapat dua kelompok tani di daerah Kayumalue Ngapa dengan luasan seluruhnya sekitar 50 hektar, jadi jika hasil produksi sebanyak 8,8 ton per hektar maka dikalikan saja 50 hektar hasil panen jagung kita,” ujarnya.

Sebelumnya dikatakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Setda Kota Palu, Rosdiana Lalusu, bahwa Kedepan jagung akan mempunyai peran yang semakin strategis diantaranya dari sisi agribisnis, karena jagung banyak terkait dengan kegiatan industri pakan, pangan, serta adanya peluang ekspor.

Menurutnya, jagung sebagai komoditas pertanian mempunyai banyak harapan untuk dikembangkan menjadi makanan olahan dan bahan baku industri, karena dari sisi agronomis masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan produksi dan produktivitasnya.

Selain itu, jagung sebagai pangan dan bahan baku industri akan memberi nilai tambah dengan teknologi pengolahan seperti emping, industri gula pati, sirup glukosa, fruktosa, bahan baku bioetanol, minyak jagung, gluten, pakan ayam dan lain – lain.

“Tak lupa, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI dan para PPL serta kelompok tani yang telah memberikan kontribusinya terhadap kemajuan pembanguan pertanian di Kota Palu,” pungkasnya.(mercusuar.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: