Masykur Sebut Sulteng Darurat Pangan dan Kemiskinan

PALU, | Memasuki triwulan I dari Januari-Maret 2016 luas panen padi mengalami penurunan secara signifikan. Tercatat pada luas panen padi hanya sebesar 28.987 ha, turun 41,54 persen dibanding trwulan III (Juli-September) 2015 yang mencapai 49.584 ha.

Efek nyata dan langsung  dari menurunnya luas panen tersebut adalah tingkat kemiskinan kian menjadi. Pendapatan petani terjun bebas dan pengangguran terjadi.

Dibanding tahun 2015 tercatat angka kemiskinan sebanyak 406,340 jiwa (14,0 persen). Sebaliknya ditahun 2016 ini angka kemiskinan meningkat menjadi 420.520 jiwa (14,45 persen).

Berdasarkan fakta tersebut, Ketua Fraksi Nadem DPRD Sulteng Muh. Masykur menyatakan, situasi ini patut dikuatirkan bersama. Pasalnya, ketika sektor pertanian mengalami situasi seperti ini maka bahaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, apalagi katanya, sektor pertanian adalah nafas dari mayoritas rakyat di Sulawesi Tengah.

“Itu artinya, jika dibanding luas panen tahun 2015 lalu, maka di tahun ini penurunan luas panen terjun bebas, turun hampir 50 persen, dari 49.584 ha turun menjadi 28.987 ha”, ujar Masykur prihatin.

Masykur mengaku tidak habis pikir apa sebab sehingga terjadi situasi seperti ini. Padahal jika diliat dari progres distribusi anggaran yang dialokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tren peningkatannya baik.

“Dengan begitu, mestinya berkorelasi langsung dengan produktifitas setiap sektor, termasuk sektor pertanian di dalamnya.  Apalagi Sektor pertanian ini, kalau bisa disebut, nafas dan jantung rakyat di Sulteng. Karena mayoritas rakyat hidup dan menggantungkan kehidupannya dari cocok tanam,” jelasnya.

Ia mengimbau Pemerintah Provinsi Sulteng untuk menyikapi kondisi ini secara lebih serius. “Bagi kita, ini situasinya sudah masuk dalam kategori Sulteng diambang “darurat pangan”,” tandasnya.(BERITPALU.NET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: