Gelar Lomba Video Pendek Bertema “Kita Boleh Beda”
PALU, beritapalu.NET | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh pemuda yang ada di Sulawesi Tengah untuk ikut mencegah terorisme. Salah satu caranya melalui media video yang bahkan telah diperlombakan bagi kalangan pelajar. Sampai batas penutupan pendaftaran di akhir 26 september 2016, peserta lomba video pendek BNPT yang diselenggarakan Forum Komunikasi Penannggulanagan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah dengan tema Kita Boleh Beda telah terkumpul 17 video pendek. Ketujuh belas video itu berasal dari beberapa sekolah negeri dan swasta di Sulawesi Tengah. Ketua FKPT Provinsi Sulawesi Tengah DR. Muzakir Tawil M.Si mengatakan bahwa ke tujuh belas karya yang terkumpul adalah merupakan kreasi anak-anak pelajar di Sulawesi Tengah. “ Respon sekolah cukup baik dengan pelaksanaan kegiatan lomba video pendek di Sulawesi Tengah, kami telah melakukan sosialisasi dengan hadir langsung ke sekolah dan juga melalui media cetak dan elektronik,” ungkap Muzakir, Rabu (28/2016). Lebih lanjut Muzakir mengatakan bahwa juri yang hadir di provinsi adalah Swastika Nohara (multivision Films), Hary azis (Tenaga Ahli KPI Provinsi Sulawesi Tengah), Tasrif Siara (Jurnalis). Sementara penjurian dilaksanakan pada 28 September 2016 dan akan mengumumkannya pada 29 Oktober 2016. Tiga video terbaik akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ketingkat nasional yang direncanakan akan digelar 25 November 2016. Selain mengadakan lomba video pendek, Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan di Provinsi Sulawesi Tengah akan mengadakan “Dialog Film sebagai media gagasan damai bagi siswa-siswi SMA, SMK, MAN Dan Sederajat serta pemutaran film Mata Tertutup. Kegiatan ini melibatkan para pelajar terutama yang telah berpartisipasi aktif mengirimkan karyanya dalam ajang ini. Kegiatan lomba Video Pendek BNPT dan Dialog ini nantinya diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya rasa keberagaman, kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pelajar, pemuda dan perempuan provinsi Sulteng. Sebelum memasuki penjurian Fahrudin dari BNPT menyampaikan bahwa ada dua hal penting penilaian pada lomba video pendek ini. Yang petama tentang keseuaian isi dan tema dan kedua soal daya gugah video yang dilombakan. Lebih lanjut kata Fahrudin, tiga video pendek perdamaian tersebut nantinya akan dilombakan lagi dengan video dari provinsi lain. Totalnya ada 96 video dan akan dicari 10 video terbaik. ”Pemenangnya akan diberangkatkan ke jakarta dan mudah-mudahan diantaranya peserta dari Sulawesi Tengah,” demikian kata Fahrudin berharaf.

Gelar Lomba Video Pendek Bertema “Kita Boleh Beda”

PALU, | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh pemuda yang ada di Sulawesi Tengah untuk ikut mencegah terorisme. Salah satu caranya melalui media video yang bahkan telah diperlombakan bagi kalangan pelajar.

Sampai batas penutupan pendaftaran di akhir 26 september 2016, peserta lomba video pendek BNPT yang diselenggarakan  Forum Komunikasi Penannggulanagan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah   dengan   tema   Kita   Boleh   Beda   telah   terkumpul   17   video   pendek. Ketujuh belas video itu berasal dari beberapa sekolah negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.

Ketua FKPT Provinsi Sulawesi Tengah DR. Muzakir Tawil M.Si mengatakan bahwa ke tujuh belas karya yang terkumpul adalah merupakan kreasi anak-anak   pelajar   di   Sulawesi   Tengah.   “ Respon   sekolah   cukup   baik   dengan pelaksanaan kegiatan lomba video pendek di Sulawesi Tengah, kami telah melakukan sosialisasi dengan hadir langsung ke sekolah dan juga melalui media cetak dan elektronik,” ungkap Muzakir, Rabu (28/2016).

Lebih lanjut Muzakir mengatakan bahwa juri yang hadir di provinsi adalah Swastika Nohara (multivision   Films),   Hary   azis   (Tenaga   Ahli   KPI   Provinsi Sulawesi Tengah), Tasrif Siara (Jurnalis). Sementara penjurian  dilaksanakan pada   28   September   2016   dan   akan   mengumumkannya   pada   29   Oktober 2016.

Tiga video terbaik akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ketingkat nasional yang direncanakan akan digelar 25 November 2016.

Selain mengadakan  lomba   video  pendek,  Bidang  Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan di Provinsi Sulawesi Tengah akan mengadakan “Dialog Film sebagai   media   gagasan   damai   bagi   siswa-siswi   SMA,   SMK,   MAN   Dan Sederajat serta pemutaran film Mata Tertutup.

Kegiatan ini melibatkan para pelajar terutama yang telah berpartisipasi aktif mengirimkan karyanya dalam ajang ini. Kegiatan lomba Video Pendek BNPT dan Dialog ini nantinya diharapkan dapat menumbuhkan   kesadaran   kolektif   tentang   pentingnya   rasa   keberagaman, kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pelajar, pemuda dan perempuan provinsi Sulteng.

Sebelum memasuki penjurian Fahrudin dari BNPT menyampaikan bahwa ada dua hal penting penilaian pada lomba video pendek ini. Yang petama tentang keseuaian isi dan tema dan kedua soal daya gugah video yang dilombakan.

Lebih lanjut kata Fahrudin, tiga video pendek perdamaian tersebut nantinya akan dilombakan lagi dengan video dari provinsi lain. Totalnya ada 96 video dan akan dicari 10 video terbaik. ”Pemenangnya akan diberangkatkan ke jakarta dan mudah-mudahan diantaranya peserta dari Sulawesi Tengah,” demikian kata Fahrudin berharaf.(BERITAPALU.NET)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: