Tak Lama Lagi, Bandara Mutiara Jadi Embarkasi Haji

Palu-Komitmen Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menjadikan Bandar Mutiara  Sis Aljufri Palu bakal terwujud karena surat yang dikirim gubernur melalui kementerian tinggal menunggu keputusan Menteri Perhubungan.

“Pokoknya infrastruktur haji dan fasilitasnya bakal dimudahkan,” ujar Plt Dinas Perhubungan Sulteng Haris Renggah ditemui usai upacara Hari Perhubungan Nasional, beberapa hari lalu.

Kata Haris Renggah, pada 26 September 2016 mendatang ini pun jemaah haji tidak lagi membayar PPH karena telah dibayarkan melalui dana APBD senilai Rp5 miliar.

Diketahui, jumlah jemaah haji Sulteng tahun ini mencapai 1.427 orang termasuk TPHD 13 orang dan petugas kloter 11 orang. Jemaah haji Sulteng tersebut berangkat ke Tanah Suci melalui embarkasi Balikpapan karena belum adanya embarkasi haji di Palu.

Biaya domestik haji dari Palu ke embarkasi Balikpapan sebesar Rp4,25 miliar dibebankan pada APBD Sulteng. Agar tidak lagi menggunakan APBD, sejumlah pihak berharap Palu memiliki embarkasi haji sendiri.

Untuk itu, Bandara Mutiara Sis Aljufri dipersiapkan untuk menjadi embarkasi haji butuh penambahan runway agar bisa menampung pesawat berbadan besar. Persyaratannya telah siap tinggal menambah 500 meter saja  sehingga bisa menjadi bandara internasional. Saat ini panjang lintasan pesawat adalah 2.360 meter.

Selain Bandara Mutiara SIS Aljufri, Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian pada beberapa bandara di Sulawesi Tengah di antaranya Ampana dan Morowali.

“Morowali kan mulai dibangun, kalau Ampana perpanjangan runway sampai 1.800 tahun ini. Luwuk saya baru akan lihat,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya  total investasi bandara ini senilai Rp240 miliar dari APBN, termasuk untuk apron dan tiga garbarata Rp18 miliar. Pembangunan dibagi menjadi tiga tahap, yakni Tahap I (2011) menghabiskan sekitar Rp51 miliar untuk struktur bangunan. Tahap II Rp85 miliar untuk mekanik, elektrik, arsitek, struktur dan “fixed bridge” (jembatan penghubung).

Tahap III (2013) Rp34 miliar untuk penyelesaian (finishing), interior, “ground support equipment” (GSE), jalan akses, parkir, panel tata surya dan penambahan daya. Tahap IV Rp7,5 miliar yang ditambah dari APBN-P 2014 untuk optimalisasi, pembelian alat pembersih lantai otomatis, pendingin ruang, fasilitas tambahan seperti area bermain dan sebagainya.

“ Kita tunggu lagi tahap selanjutnya pembebasan lahan,” harap Haris Renggah.

Hal senada dikemukakan Kepala Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu Benyamin Noach Apituley, jika runway diperpanjang hingga 3.000 meter maka bandara yang saat ini hanya 2.360 meter bisa didarati pesawat berbadan besar atau “wide body” sekelas Boeing 777.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: