Bukti Sungai Tempat Pembuangan Sampah

Palu-Ban motor bekas yang mengalungi leher buaya di bawah Jembatan II Jalan I Gusti Ngurah Rai, Selasa (20/9/2016) menjadi bukti bahwa selama ini sungai dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Pengamat Sumber Daya Perairan Universitas Tadulako (Untad), Dr. Fadly Y. Tantu, Rabu (21/9/2016) mengungkapkan apa yang dialami buaya tersebut, cukup menunjukan sungai Palu kurang bersih. “Ban itu mengganggu kenyamanan buaya dan kelak akan menjadi sumber penyebab kesehatan buaya hingga bisa menyebabkan kematian. Buaya harus segera diselamatkan,” terang Fadly.

Padahal menurutnya, keberadaan buaya tersebut bias menjadi obyek wisata. Untuk itu ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) mengatur keberadaan buaya itu sebagai objek wisata yang unik di muara Teluk Palu.Diungkapkannya, objek wisata serupa telah ada di Gorotalo seperti ikan paus. Pemerintah disana kata dia, mendukung keberadaan paus sebagai ajang promosi daerah. Langkah tersebut berhasil dan mendatangkan wisatawan yang cukup banyak.

“Misalnya membuat tanda atau papan info ada buaya dan harus berhati-hati, itu buat promosi melihat buaya secara langsung di alam bebas,” ujar Fadly yang mengaku siap menjadi relawan penyelamatan buaya tersebut.

Dikatakan, penjaga pantai juga sudah harus ada mengawasi situasi pantai di seputaran sungai untuk berjaga-jaga bila ada pengunjung yang mandi di sungai.

“Buaya tidak memakan orang. Mereka makan orang kalau merasa terancam. Sejauh ini di sungai Palu memiliki banyak sumber makanan. Itu tempat penelitian kami, banyak sidat hidup perairan itu. Ada juga kepiting dan ikan-ikan. Belum lagi kalau warga membuang sampah dari sisa-sisa perut ayam atau sapi,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: