Duka di Tengah Banjir Bandang Donggala

DONGGALA,  – Raut wajah Da’a (40) terlihat muram. Lelaki paruh baya ini, ditemani sang cucu, mengorek-ngorek sisa bangunan rumahnya yang hancur diterjang banjir bandang yang terjadi pada Selasa (13/9/2016) lalu. Ia berharap, masih ada barang berguna yang bisa digunakan.

Sesekali Da’a menarik nafas panjang. Pandanganya nanar menatap sisah bangunan rumahnya yang tinggal pondasi tersebut. Kaos lusuh berwarna putih berlengan kuning yang dikenakanya, sudah tiga hari tak diganti. Karena tak ada satupun harta bendanya yang bisa diselamatkan.

Banjir bandang yang menerjang Dusun III, Kampung Sarumbaya, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi beberapa waktu lalu menyisakan kesedihan bagi warga setempat. Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut, terjadi pada pukul 12.30 Wita menghanyutkan sedikitnya 12 rumah warga termasuk rumah Da’a. Serta mempora-porandakan 18 rumah warga lainya.

Jaringan air bersih di dusun itu juga ikut putus, bahkan bak induk hanyut disapu banjir. Meski demikian, sebagian warga enggan untuk direlokasi.

Da’a mengaku tak menyangka akan terjadi banjir bandang siang itu. Saat kejadian, dia bersama istri dan anak serta cucunya berada di rumah. Terdengar suara gemuruh yang sangat besar. “Suaranya kencang sekali dari atas. Bergemuruh,” katanya.

Saat akan keluar rumah, tiba-tiba saja air deras bersama batang pohon besar yang hanyut menghantam rumahnya. “Alhamdulillah kami sempat menyelamatkan diri. Tapi tak ada yang bisa diselamatkan. Hanya baju dibadan,”ucapnya.

Da’a mengaku sedikit trauma dengan kejadian ini. Namun ia enggan untuk direlokasi karena tempat itu dekat dengan sekolah tempat anak dan cucunya menimba ilmu.(kabarselebes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: