Banyak Lahan Sawah di Sulteng yang Dicetak di Luar Daerah Irigasi

Palu – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sulteng Saliman Simanjuntak mengungkapkan saat ini banyak lahan sawah yang dicetak masyarakat berada di luar jangkauan daerah irigasi yang telah ada. Akibatnya, sawah tidak memperoleh pasokan air.

Hal ini diungkapkan Saliman saat Rapat Koordinasi Pembangunan Jaringan Irigasi dan Pencetakan Sawah dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpin Gubernur H Longki Djanggola di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Kamis 15 September 2016.

“Secara teknis, tidaklah layak pelaksanaan pencetakan sawah pada suatu lahan jika belum ada perencanaan jaringan irigasinya, kecuali areal yang dicetak diperuntukkan bagi sawah tadah hujan,” ujar Saliman.

Menurutnya, seharusnya konsentrasi pencetakan sawah adalah pada areal di dalam daerah irigasi, sehingga terjamin perolehan airnya.

Disebutkannya, salah satu daerah jaringan irigasi yang telah lama terbangun tapi belum terfungsikan secara maksimal karena banyak lahan yang belum tercetak terdapat di Malonas Kabupaten Donggala.

Kata dia, jaringan irigasi di Malonas yang telah dibangun sejak 1985, berada diatas lahan dengan luas potensial persawahan mencapai 1.625 hektar, namun baru 688 hektar sawah yang telah berfungsi. Dengan demikian, sebagian jaringan irigasi tidak terfungsikan secara maksimal. Masalah yang sama juga terdapat di Kabupaten Banggai yakni daerah irigasi Bunta.

“Kalau di Bunta dibangun sejak Tahun 1992 dengan luas areal potensial 2.481 hektar. Sampai saat ini baru ada sawah seluas 1.400 hektar. Jadi artinya ada ribuan hektar areal potensial persawahan di daerah irigasi belum termanfaatkan,” ucap Saliman Simanjuntak.

“Di Kabupaten Buol juga saat ini demikian. Daerah irigasi air terang yang telah ada dari 1996, baru ada sawah seluas 450 hektar dari total areal potensial 1.028 hektar,” tambah Saliman.

Mengakhiri pemaparamnya, Kadis SDA menuturkan keterbatasan dana  yang mengakibatkan rehabilitasi jaringan irigasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

Sementara Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan salah satu dasar dilaksanakannya rapat tersebut yaitu untuk mendukung ketahanan pangan nasional lewat program Upsus Pajala.

“Tentu peran irigasi perairan sangat penting bagi hasil persawahan petani. Inilah yang perlu mendapat perhatian dari kementerian terkait,” tutur Gubernur Longki.(metrosulawesi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: