Pinembani Dibidik Jadi Lokasi Transmigrasi

DONGGALA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sedang mengupayakan pembukaan lahan untuk transmigrasi di Desa Bambakaenu Kecamatan Pinembani.

Rencana transmigrasi di Desa Bambakaenu terdiri dari dua Satuan Permukiman (SP), yaitu: pertama, SP 1 dengan status lahan Hutan yang dapat di konversi (HPK) seluas 858 hektar (Ha), dan Area Pengggunaan Lainnya (APL) seluas 72 Ha dan kedua, SP 2 dengan status lahan HPK seluas 368 Ha dan APL seluas 706 Ha.

Kedua lokasi tersebut, masih perlu proses perubahan status lahan dari HPK ke APL. Karena  status HPK tidak dapat diolah atau dimanfaatkan, kecuali statusnya diturunkan menjadi APL. Sehingga untuk penurunan itu, perlu koordinasi dengan Kementrian Kehutanan.

Nantinya para transmigrasi akan melaksanakan kegiatan perkebunan berupa, Kopi, Cengkeh, Kakao dan beberapa tanaman lainx, termasuk kelapa sawit.

Namun ia menekankan bahwa penentu program transmigrasi ini diluncurkan atau tidak, berada di pihak Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggala dan Transmigrasi.

Namun Pemkab Donggala berharap bisa terlaksana pada 2017, walapun hanya untuk 100 KK yang dilakukan secara bertahap, hingga nantinya bisa mencapai 3000 KK.

Dalam program ini, pemkab Donggala sebatas memfasilitasi dan menyiapkan lahan untuk tujuan transmigrasi. Adapun yang sedang dilakukan pada saat ini masih sebatas persyaratan administrasi, antara lain izin HPL yang masih dalam proses.

Kemudian Pemkab Donggala juga diminta untuk membuat pernyataan kesediaan membangun jalan dari Desa Malino Kecamatan Banawa Selatan ke Desa Bambakaenu Kecamatan Pinembani.

“Bupati telah menyatakan siap menandatangani surat pernyataan membangun infrastruktur, demi kesejahtraan masyarakat Kabupaten Donggala, khususnya warga Pinembani, tandas Hasan.

Sekadar diketahui, bahwa infrastruktur jalan dari Kecamatan Banawa Selatan ke Kecamatan Pinembani sudah dibuka, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas jalan, berupa pengaspalan yang berkualitas sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selama ini untuk menuju ke Desa Gimpubia ibukota kecamatan Pinembani yang berada di pegunungan itu, harus melewati wilayah Kabupaten Sigi.  Sementara desa lainnya ada juga yang dilalui masuk dari Kecamatan Banawa Selatan seperti Desa Bambakaenu yang akan dijadikan lokasi transmigrasi ini.

Jarak Desa Bambakaenu ke Desa Gimpubia sekira 15 kilometer dengan melalui jalan di lereng gunung yang curam. Sementara jarak dari Desa Bambakaenu ke Desa Watatu ibukota Kecamatan Banawa Selatan berkisar hanya delapan kilometer dengan kondisi jalan yang relatif lebih ringan, walaupun masih harus melalui lereng gunung juga.(mercusuar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: