Palu Target Lahan Upsus Pajala 650 Hektar

Palu- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menargetkan penyediaan lahan untuk upaya khusus (upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajala) seluas 650 hektare pada 2016.

Kepala Dinas Pertanian, kehutanan dan kelautan-perikanan Kota Palu Muchlis Abd Umar yang dihubungi Kamis, mengatakan lahan upsus itu tersebar di 46 kelurahan.

Menurut dia, dari luas tanam sebesar 650 hektare itu, Kota Palu memiliki luas panen sebesar 681 hektare.

“Angka ini menunjukan adanya kenaikan secara signifikan khususnya di bidang tanaman hortikultura dan padi sawah,” katanya dan berharap upsus pajala di ibu kota provinsi ini akan membantu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Terkait produktivitas tanaman pangan, khususnya padi, kata Muchlis, Kota Palu telah mencatat angka 53,15 kuintal per hektare produksinya sendiri mencapai 3.284 ton pada 2015.

Khusus Kelurahan Petobo yang merupakan salah satu pelaksana upsus, realisasinya dari tahun kedua hampir mencapai 100 persen, dengan lahan seluas kurang lebih 75 hektare yang dikelola tiga kelompok tani.

Selain itu, Kelurahan Petobo juga merupakan salah satu wilayah terbesar yang memberikan kontribusi realisasi Upsus Pajala dalam rangka pemenuhan ketersediaan pangan di kota ini.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada kelompok tani Kelurahan Petobo yang telah melaksanakan gerakan panen massal bersama TNI pada areal panen kurang lebih satu hektare.

Kegiatan itu melibatkan anggota Kodim 1306/Donggala, Penyuluh Upsus, lurah dan camat setempat serta kelompok tani penerima bantuan tahun anggaran 2016. Panen juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulteng Tri Iriani Lamakampali.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Kota Palu Rosdiana Lalusu mengatakan gerakan panen bersama TNI merupakan upaya mendorong peningkatan produksi pajala.

“Komoditi tanaman pangan memiliki peranan strategis sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, baik pakan ternak maupun kebutuhan industri dalam negeri. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, telah memunculkan kerisauan akan terjadinya keadaan rawan pangan di masa akan datang,” katanya.

Olehnya, kata dia, terjadi pola peningkatan konsumsi per kapita untuk berbagai jenis pangan.

“Gerakan panen padi yang kita laksanakan merupakan sebuah momentum yang strategis dalam menjaga stabilitas pangan di Kota Palu,” kata Rosdiana.¬† (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: