Tarif Parkir Motor Naik Rp 2.000

Palu,  – Berdasarkan Perda Kota Palu No 8 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha tarif parkir sepeda motor naik sebesar Rp 2.000. Kenaikan sebesar Rp 1.000 tersebut diperuntukkan kepada juru parkir sebagai jasa menjaga helm.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Palu, Ajenkris mengatakan kenaikan tersebut merupakan kesepakatan antara pihaknya dan juru parkir.

“Kalau seribu motornya, kalau yang seribu lagi itu untuk helmnya. Kalau cuman mau seribu saja, maka helmnya dijaga sendiri tidak usah taruh di motor. Sehingga, kalau helm ditaruh di motor maka akan dikenakan biaya tambahan” katanya, Kamis (13/1/2016).

Dia mengungkapkan juru parkir yang masih mengenakan tarif Rp 1.000 berdasarkan aturan yang tidak tertulis.

“Tarif parkir yang masih Rp 1.000 itu diluar ketentuan tertulis (Perda). Kalau Rp 1.000 motornya, kalau yang Rp 1.000 lagi itu untuk helmnya. Kalau cuma mau Rp 1.000 saja, maka helmnya dijaga sendiri tidak usah taruh di motor,” ungkapnya.

Ajenkris mengatakan sering kali juru parkir dituntut ganti rugi karena ketika helm pengguna parkir hilang. Maka, wajar ketika juru parkir meminta Rp 2.000 untuk biaya jasanya.

“Karena itu wajar kalau juru parkir minta Rp 2.000. Karena kalau helm hilang itu tanggung jawab juru parkir. Sehingga, mereka juga ingin biaya tambahan maka dari itu kami sepekati Sebesar Rp 1.000 saja,” ujarnya.

“Tidak masalah masyarakat menolak membayar Rp. 2.000 kepada juru parkir. Maka, sebaiknya masyarakat harus menjaga helmnya sendiri atau membawa helmnya, jangan taruh di motor,” tegasnya.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: