SDM di Palu Belum Siap Hadapi MEA

Palu– Penjabat Wali Kota Palu, H M Hidayat Lamakarate mengakui, dari segi pendidikan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagian besar masyarakat Kota Palu belum siap memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga industry Kawasan Ekonomi Khusus. Demikian hal ini dia katakan kepada wartawan akhir pekan lalu.

Kata Hidayat, dia pernah mendapat data yang dia tidak hafal angka-angkanya di provinsi, bahwa tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat Kota Palu masih keluaran Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya pernah lihat data itu di provinsi, tapi saya tidak hafal angkanya, kalau sebagian besar tingkat pendidikan masyarakat Palu ini masih tamatan SD dan SMP,” tegasnya.

Hidayat mengakui, bahwa hal ini merupakan persoalan serius yang dihadapi Pemerintah Kota Palu. Karena beberapa instrumen penting yang bertanggung jawab untuk penyiapan SDM sesuai kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan besar.

“Sebenarnya kita punya Balai Latihan Kerja (BLK), tapi itu juga mati suri, dan sekarang masih dalam proses penyerahan ke pemerintah pusat agar kinerja SKPD itu bisa maksimal, karena selama ini dana operasional BLK itu dari APBD yang sangat terbatas itu. Kalau sudah diambil alih pemerintah pusat diharapkan bisa lebih maksimal,” ungkap Hidayat.

Hidayat juga menyebutkan, meski di Kota Palu terdapat beberapa sekolah kejuruan yang disebut langka di Indonesia ini, diantaranya adalah sekolah rotan, sekolah rumput laut hingga sekolah pertambangan. Tetapi jika melihat kondisi riil di lapangan menurutnya sekolah-sekolah tersebut belum akan mampu menjawab persoalan SDM di Kota Palu.

“Sekarang lihat saja, bagaimana minat masyarakat untuk masuk ke sekolah-sekolah itu, berapa muridnya sekarang, berapa keluaran dari sekolah-sekolah itu?,” Tanya Hidayat.

Kata Hidayat, untuk itulah beberapa hari sebelumnya, sejak dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Palu, meski tugas utamanya adalah mensukseskan pelaksanaan Pilkada serta dengan tambahan tugas menyelesaikan persoalan sampah di Kota Palu ini, dia mengaku telah mengidentifikasi beberapa persoalan pada masing-masing SKPD di Kota Palu, untuk kemudian dibahas bersama guna menemukan penyelasiannya.

“Khusus untuk sekolah-sekolah kejuruan itu saya sudah memanggil Kadis Pendidikan, saya minta untuk mendata persoalan-persoalan di sekolah-sekolah ini, saya masih menunggu laporan dari kadisnya,” imbuhnya.

Menurut Hidayat, meski belum menunjukkan hasil memuaskan, namun pondasi pembangunan utamanya di bidang penyiapan SDM di Kota Palu oleh mantan Wali Kota Palu H Rusdy Mastura harus mendapat apresiasi besar.

Pasalnya gagasan Rusdy Mastura tersebut adalah hal baru, kalaupun sekarang belum berbuah maka hal tersebut adalah wajar, mengingat keterbatasan waktu kepemimpinan.

“Ya menurut saya itu adalah gagasan luar biasa dari pak Rusdy Mastura, karena itu hal baru yang belum ada sebelumnya, secara pribadi saya sangat mengapresiasi gagasan beliau itu,” tegas Hidayat.MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: