Pendukung Rusdihwan Gelar Aksi Di KPU Sulteng

Palu – Ratusan massa pendukung pasangan calon Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam (Rusdihwan) melakukan aksi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Senin, karena menilai lembaga itu tidak netral lagi.

Massa yang tergabung dalam beberapa elemen masyarakat dan organisasi pendukung lainnya datang ke KPU sekitar pukul 13.00 WIB dengan melakukan konvoi kendaraan bermotor.

Di depan kantor KPU Sulteng, massa melakukan orasi dan pembagian selebaran. Sementara itu ratusan aparat keamanaan berjaga untuk mengamankan massa aksi dilengkapi dengan pasukan anjing pelacak.

“Kami meminta KPU untuk menutup website perhitungan suara yang telah meresahkan masyarakat Sulteng saat ini,” kata koordinator aksi, Safri Laupe.

Ia menuding KPU Sulteng sudah tidak netral sebagai penyelenggara pemilu yang diamanatkan rakyat kepada mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kekeliruan angka dalam proses tabulasi suara di website https://pilkada2015.kpu.go.id/sultengprov/. Selain itu massa aksi juga menggangap bahwa KPU telah melakukan manipulasi suara pemilih.

Kekeliruan tersebut menimbukan opini dimasyarakat bahwa sudah ada kandidat yang memenangkan pilkada, walapun itu bukan hasil perhitungan dalam pleno KPU. Sehingga kami mengharapkan aparat kepolisian menangkap oknum yang terlibat di dalamnya.

“Kami memberikan waktu 1×24 jam untuk KPU menutup website tersebut, karena itu merupakan pembodohan rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, massa aksi diterima oleh tiga anggota KPU yakni Naharuddin, Nisbah dan Samsul Gafur yang mencoba menenangkan massa dengan memberikan penjelasan yang rasional.

Naharuddin kepada massa aksi mengatakan website tabulasi saat ini bukan merupakan wewenang KPU Sulteng dalam hal penutupannya, tetapi itu merupakan wewenang KPU RI.

“Penutupan itu kami tidak bisa kami lakukan sekaligus, karena itu wewenang KPU RI,” ungkapnya.

Terkait tudingan manipulasi suara, Naharuddin sebagai penyelenggara pemilu siap menyerahkan diri, jika terbukti melakukan penyelewengan manipulasi scan C1.

“Siapa juga yang berani memanipulasi hasil C1, kalau kami terbukti tidak usah dipanggil Polisi, saya siap menyerahkan diri,” kata Naharuddin. ANT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: