Pegiat HAM Poso Gelar Mimbar Bebas

Poso – Sejumlah pegiat HAM di Poso yang tergabung dari Komite Persatuan Rakyat (KPR) Poso yang terdiri dari Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN), Ikatan Keluarga Mahasiswa Selatan (IKMAS) dan Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia (PPRI) menggelar mimbar bebas dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Internasional.

Aksi yang dilaksanakan di Jalan Trans Sulawesi atau bundaran jam kota Poso belum lama ini dilakukan dengan pembagian selebaran oleh massa aksi.

Dalam aksinya, KPR membawa beberapa isu terkait masalah HAM di Indonesia. Diantaranya, membuka kran demokrasi seluas-luasnya, tangkap dan adili jendral-jendral pelanggar HAM, tuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, lawan militerisme, hentikan kekerasan terhadap perempuan, hentikan perampasan tanah terhadap petani dan pendidkan gratis.

Vanli selaku korlap dalam orasinya menjelaskan, bahwa masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum terselesaikan.Seperti, kasus 65-66, kasus Talangsari-Tanjung Priok-kasus penghilangan orang, Munir-Trisakti-Papua-Salim Kancil dan masih banyak lagi.

“Selain itu menurutnya, demokrasi hari ini menjadi masalah mendesak bagi gerakan demokrasi yang sedikit ini hasil jerih payah ditahun 1998, sedang terancam dengan kembali menguatnya pengaruh militer dalam system pemerintahan kita,” katanya.

Hal tersebut ditandai dengan kebijkan bela Negara yang beberapa saat lalu diterapkan.Belum lagi regulasi-ragulasi yang masih sangat tidak berpihak kepada rakyat.

“Saat ini juga sisa-sisa orde baru sedang menunjukan penguatannya. Nah bila hal ini tidak dijadikan bahan analisa dan dilawan, maka situasi Indonesia bisa dikembalikan seperti dimasa orde baru yang sangat otoriter dan kita semua tidak mengkehendaki itu,” tuturnya.MS

%d bloggers like this: