BNNK Ciptakan UMKM Usai Rehab

PALU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu berupaya menciptakan pelaku UMKM baru melalui pelatihan keterampilan pasca rehab selama empat hari, terhitung sejak Kamis (26/11/2015) hingga Ahad (29/11/2015).

Pelatihan tersebut diikuti 40 mantan penyalahguna narkotika pasca rehab, yang terbagi dalam 4 bidang keahlian, dengan rincian 10 orang disetiap bidang, yakni tata rias kecantikan, tata rias busana, perbengkelan dan pertukangan.
Menurut pelatih keterampilan menjahit Sri Utami, selama empat hari, 10 peserta binaannya dilatih menjahit gorden, seprei dan sarung bantal. Ketiga jenis barang tersebut adalah kebutuhan hidup sehari-hari dan mudah dalam memproduksi, sementara biaya jasa produksinya cukup menjanjikan.

Sri Utami menguraikan jika selama empat hari tersebut anak binaanya ini diajarkan pengenalan pola gorden, pemahaman teori, pengenalan mesin, pengoperasian mesin dan belajar menjahit lurus serta praktek langsung, bahkan cara menggunting kain sekalipun diajarkan.

“Kami upayakan teori yang diberikan itu juga langsung diperaktekan, agar lebih mudah pemahamannya, sebab teori itu harus diperatekan,” tuturnya.

Sri Utami optimis, jika anak binaanya ini serius menekuni dan serius dalam belajar, mereka pasti bisa membuka usaha sendiri di luar pasca keluar dari pelatihan ini, sebab cukup bermodalkan mesin, sudah dapat membuka usaha Jahitan Gorden

“Mereka bisa membuka usaha di luar nanti, modalnya murah, sudah cukup dengan keterampilan yang mereka dapatkan selama empat hari, tinggal butuh mesin jahit satu, jalan sudah itu usaha, itu kan tujuan kita, lahirkan UMKM baru,” jelas Sri Utami.

Di tempat yang sama, salah satu peserta pelatihan keterampilan pasca rehabilitasi Naldi merasa sangat terbantu dengan program pelatihan pasca rehab ini, sebab melalui pelatihan tersebut mereka mendapatkan keterampilan yang dapat dipergunakan di tengah masyarakat nanti setelah mereka dikembalikan ke masyarakat.

“Saya akan buka usaha, kalau ada modal. Saya sudah tau bagaimana bikin horden, horden itukan mahal biaya jasa pembuatannya mas, itu ibu Sri bilang,” kata Naldi. SULTENGPOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: