Sagu Morowali Diangkat Pada Ajang Ilmiah Nasional

Palu, Metrosulawesi.com – Membahas tentang Sagu, masyarakat kita, khususnya yang berada di Sulawesi pasti akan mengidentikan sebagai bahan dasar pembuatan makanan khas Kota Palopo Sulawesi Selatan, Kapurung. Karena aroma dan cita rasa kuliner ini mampu mengundang aliran kelenjar ludah atau kelenjar air liur yang dalam bahasa medis disebut dengan Saliva untuk memacu rasa lapar.

Dalam dunia kedokteran, khususnya untuk jurusan gigi, ternyata Sagu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam memodifikasi bahan cetak Alginat, yang sering digunakan dalam proses pencetakan gigi pasien sebelum pembuatan protesa (gigi palsu). Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar, Iin Sandya Amalia, Serlita Wahyu Utami dan Andi Rasdiana Sulolipu.

Iin Sandya Amalia (Kanan) bersama rekan-rekannya. (Foto : Ist)
Iin Sandya Amalia (Kanan) bersama rekan-rekannya. (Foto : Ist)

Bahan cetak gigi alginat adalah suatu bahan yang digunakan untuk mendapatkan reproduksi negatif dari gigi dan jaringan rongga mulut, pada proses pembuatan gigi tiruan lepasan maupun cekat.

Indonesia, salah satu bangsa yang memiliki beragam latar budaya, etnis dan jenis pangan masih memiliki kebergantungan yang besar pada bahan cetak alginat yang harus diimpor dari luar negeri.

Pengimporan bahan cetak alginat dari luar negeri, tentunya akan menjadi kendala bagi dokter gigi Pegawai Tidak Tetap (PTT) ketika bertugas di daerah terpencil. Untuk mengatasi situasi tersebut, maka muncullah ide dari ketiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas Makassar tersebut, untuk melakukan penelitian pemanfaatan Pati Sagu sebagai bahan modifikasi bahan cetak alginat guna menghemat penggunaan bahan cetak alginat.

Pati Sagu yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Pati Sagu asli yang berasal dari Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Alhasil, penelitian tersebut menunjukkan bahwa, penambahan pati sagu ke dalam alginat sebagai bentuk usaha memodifikasi bahan cetak alginat dapat dilakukan dengan konsentrasi pati sagu dan alginat 50% : 50%.

Iin Sandya Amalia, selaku ketua dalam penelitian ini mengatakan, bahwa alginat dan pati sagu sama-sama mengandung polisakarida, sehingga dapat dilakukan modifikasi pada kedua bahan tersebut.

Iin Sandya Amalia (Tengah) bersama rekan-rekannya. (Foto : Ist)
Iin Sandya Amalia (Tengah) bersama rekan-rekannya. (Foto : Ist)

Baru-baru ini penelitian tersebut, diikutkan dalam sebuah ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional Scientific World Of Dentistry (SWORD) 2015 untuk kategori Research Competition, yang dilaksanakan di Universitas Mahasaraswati, Denpasar Bali pada tanggal 21-23 Agustus 2015. Research Competition SWORD tersebut diikuti 61 Team yang berasal dari seluruh Fakultas Kedokteran Gigi yang ada di Indonesia. Penelitian Iin dan kedua temannya berhasil masuk Top Five serta meraih juara harapan satu pada kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut.

Iin Sandya Amalia, selaku Ketua Team Universitas Hasanuddin dalam Research Competition SWORD tersebut, berharap semoga kelak ke depannya, semakin banyak pemuda Indonesia yang mencintai dunia karya tulis ilmiah dan menjadi peneliti yang hebat, sehingga karya-karya tulis yang dihasilkan, tidak hanya menarik tetapi dapat bermannfaat bagi orang banyak. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

“Harapan kami tentunya hasil penelitian ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, utamanya rekan-rekan PTT yang bertugas di daerah terpencil, dengan memanfaatkan potensi alam yang banyak disediakan alam kita di Indonesia yang sangat beragam dan kaya ini. Jadi karya tulis tidak hanya sekedar menarik, tapi juga bermanfaat,” harap Iin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: