Gubernur: Proyek Jalan Tomata-Beteleme Jangan Dikerja Asal-asalan

Kolonodale “Kali ini pekerjaan proyek harus tuntas, dan kami tidak mau melihat proyek yang dikerjakan 10 kilometer beraspal mulus, 10 kilo ditampal-tampal dan 10 kilo lagi masih bentuk pengerasan dan berlubang-lubang,” tegas Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada acara Ground Breaking atau peletakan batu pertama pada pelebaran jalan Tomata-Beteleme, Taripa–Wosu–Pape dan Pape–Tidantana, Kabupaten Morowali Utara, Rabu (30/9/2015).

Proyek jalan Trans Sulawesi tersebut nilai kontraknya mencapai Rp. 277.030.319.000,- yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2015-2018.

Kepada kontraktor pelaksana Jaya Konstruksi–Multi Graha KSO, Gubernur Longki Djanggola meminta agar proyek miliaran tersebut dikerjakan dengan baik, sesuai waktu pelaksanaan pekerjaan 1.080 hari kalender, agar masyarakat dapat menikmati infrastruktur jalan dengan baik. Sebab, poros Tomata-Beteleme selama ini dikenal sebagai jalan penuh kubangan seperti kolam ikan.

Longki di hadapan para camat, dan para Kepala Desa se-Kabupaten Morowali Utara, di lapangan Desa Tomata, Kecamatan Mori Atas, mengaku, Sulteng saat ini menerima dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan Trans Sulawesi.

Satker PJN Wilayah III Sulteng, Iskandar Arsyad pada kesempatan itu juga menekankan, bahwa ruas jalan Tomata-Beteleme merupakan bagian lintas timur Sulawesi di Provinsi Sulawesi Tengah, yang merupakan satu-satunya ruas jalan nasional menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Plt. Bupati Morowali Utara Abdul Haris Renggah mengaku, sejak lahirnya daerah otonomi baru Morowali Utara, sampai saat ini situasi Morut aman dan terkendali. Hal itu membuat pembangunan di Morut berjalan dengan baik.

“Pemda Morut juga telah menyiapkan dana seratus juta perkecamatan untuk peningkatan jalan-jalan desa yang masih sangat terisolir,” katanya.

Termasuk, jalan provinsi poros Molino-Tamainusi hingga ke Ibukota Kolonodale yang pekerjaannya sudah hampir rampung.

“Insya Allah bertepatan HUT Morowali Utara pada 23 Oktober ini, Bapak Gubernur akan dapat melalui poros tersebut masuk Kolonodale Ibukota Morut,” terangnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: