Ansyar: Hak Anak Wajib Terpenuhi

PALU-Dalam menyiapkan generasi penerus bangsa, anak merupakan aset utama. Karennya, tumbuh kembang anak sejak dini adalah tanggung jawab keluarga, masyarakat dan negara.

Namun, dalam proses tumbuh kembang anak banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik biologis, psikis, sosial, ekonomi maupun kultural yang menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak anak.

Gambaran ini disampaikan asisten II Pemkot Palu, H Ansyar Sutiady pada workshop peningkatan pemahaman Kota Layak Anak (KLA) dan konvensi hak anak bagi gugus tugas KLA dan fasilitator forum anak kota Palu, di Hotel Santika, Jumat (2/10/2015).

Dia mengatakan, untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi anak telah disahkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak yaitu UU No. 23 Tahun 2002, dengan tujuan menjamin terpenuhinya hak-hak anak, agar anak dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas berakhlak mulia dan sejahtera.

“Akibat kehilangan hak-haknya, banyak anak-anak menjalani hidup mereka sendiri, tidak memiliki arah yang tepat, dan banyak anak-anak mulai bersinggungan dengan hukum, seperti pencurian, perkelahian dan narkoba,” katannya.

Pasal 13 (1) Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan setiap anak selama dalam pengasuhan orangtua, wali atau pihak lain yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan, Diskriminasi, Eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual, Penelantaran, Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan, Ketidakadilan, dan Perlakuan salah lainnya.

Selanjutnya, dalam Pasal 11 UU No. 23 tahun 2002 disebutkan pula bahwa setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak sebaya, bermain, berekreasi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri. Anak adalah pemimpin masa depan siapapun yang berbicara tentang masa yang akan datang, harus berbicara tentang anak-anak.

“Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan yang senantiasa harus kita jaga, karena dalam dirinya melekat pula harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi,” kata Ansyar.

Dari sisi kehidupan kata Ansyar, anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.
“Orangtua, keluarga dan masyarakat bertanggungjawab untuk menjaga dan memelihara hak asasi tersebut sesuai dengan kewajiban yang dibebankan oleh hukum,” katanya.

Demikian pula dalam rangka penyelenggaraaan perlindungan anak, negara dan pemerintah juga bertanggungjawab untuk menyediakan fasilitas dan aksesibilitas bagi anak, terutama dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal.

Menurutnya, upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan sampai anak berumur 18 tahun. Dalam melakukan pembinaan, pengembangan dan perlindungan anak, perlu adanya peran masyarakat baik melalui lembaga perlindungan anak, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, dunia usaha, media massa dan lembaga pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: