Proyek Cetak Sawah Baru di Touna Mubazir

Ampana – Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Kabupaten Tojo Unauna (Touna) Idrus Dulah, mendorong penegak hukum melakukan investigasi proyek cetak sawah baru dan jaringan irigasi di Desa Lemoro, Kecamatan Tojo. Kabupaten Touna. Sebab, proyek yang nyaris tidak pernah selesai tahun ke tahun tersebut, dinilai sudah merugikan masyarakat, terutama para petani.

“Harusnya selama delapan tahun ini dari 2007 sampai 2015 dengan dana miliaran rupiah yang digelontorkan, lahan sawah baru dan jaringan irigasi di Desa Lemoro sudah selesai. Tapi proyek itu sepertinya menjadi proyek abadi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Touna,” kata Idrus, Selasa, (2/9/2015).

Idrus berpendapat, Pemda Touna dalam hal ini mantan Bupati, Damsik Ladjalani bersama Dinas PU sengaja menjadikan proyek itu sebagai proyek abadi karena setiap tahun dianggarakan. Meskipun sawah baru dan air untuk mengaliri sawah tersebut belum ada. Bahkan jaringan irigasi yang dikerjakan tahun 2012 silam itu, sudah tertimbun tanah hingga puluhan meter sebelum digunakan.

“Bagaimana bisa digunakan, airnya saja belum ada. Padahal para petani yang sebelumnya memiliki ribuan pohon kelapa akhirnya ditebang karena dijanjikan akan dibuatkan sawah baru dan jaringan irigasi,” kata Dulla.

Sementara salah seorang petani, Mafudin mengaku awalnya dia dijanjikan oleh Pemda Touna akan dibuatkan sawah asal dia mau menebang ratusan pohon kelapa miliknya. Setelah pohon kelapanya ditebang, sawah baru yang dijanjikan itu tak bisa diolah karena jaringan irigasi belum selesai dikerjakan.

“Saya juga heran, sejak tahun 2007 proyek cetak sawah baru dan jaringan irigasi itu tidak pernah selesai dikerjakan. Saya menyesal sudah menebang 200 pohon kelapa milik saya yang masih produktif,” sesal Mafudin.

Proyek jaringan irigasi itu dikerjakan pada tahun 2012 lalu. Namun sempat terhenti, tahun 2013 dinas PU Touna menganggarkanya untuk dikerjakan kembali. Beberapa kalangan menilai proyek itu hanya membuang-buang anggaran. Sebab antara sawah baru dan jaringan irigasi serta sumber air untuk mengaliri sawah tersebut sangat kontradiktif

Menurut Kades Lemoro, Abdul Hamid Lasongke pekerjaan jaringan irigasi itu hanya menjadi mubazir. Sebab sumber airnya berada di irigasi lama dengan posisi yang rendah. Sedangkan lahan untuk cetak sawah baru itu berada pada posisi tinggi.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: