OPHI Sulteng Kampanye Penggunaan Reuse Bag

KANTONG Plastik, merupakan salah satu bahan yang saat ini telah jadi hal yang hampir tidak dapat dipisahkan dari aktifitas masyarakat sehari-hari. Terutama masyarakat perkotaan. Hal ini dapat dilihat pada aktifitas jual beli yang sebagian besar menggunakan kantong plastik sebagai wadah untuk menyimpan barang belanjaan.

Tingginya penggunaan kantong plastik, tentu sangat berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Selain itu, kantong plastik atau semua bahan plastik juga merupakan bahan yang membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat terurai secara alami.

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap dampak dari penggunaan kantong plastik, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Sulawesi Tengah mengadakan sosialisasi penggunaan reuse bag atau kantong plastik yang dapat digunakan berulang ulang dan dapat di cuci, dan juga terbuat dari bahan yang mudah terurai oleh alam.

Pada sosialisasi yang dilakukan dengan menyusuri kawasan Car Free Day (CFD) di Anjungan Pantai Talise, selain menawarkan reuse bag kepada pengunjung, juga dilakukan dengan minta masyarakat untuk membubuhkan tanda tangan pada papan yang dibawa salah satu anggota Kophi, sebagai komitmen untuk mengurangi pengguaan kantong plastik.

Ketua umum Kophi Sulteng Afrianti mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan launching perdana sosialisasi penggunaan reuse bag, sebagai bagian dari gerakan Palu Bebas Kantong Plastik yang akan berlangsung hingga Desember mendatang.

“Jadi ini akan terus berlanjut hingga tanggal 2 Desember dan nanti akan kita lihat tanggal 2 Desember berapa banyak tanda-tangan yang terbubuh di papan ini. Maka sebanyak itulah masyarakat yang memiliki kesadaran untuk lingkungan,” ujar Arfi

Untuk hari ini lanjut dia, baru menawarkan 50 buah Reuse Bag dengan sumbangan Rp2000 per buah.

“Karena ini baru yang pertama kali, jadi kita hanya membawa 50 dulu dan semuanya habis, sebab respon masyarakat juga sangat baik terhadap hal ini, selanjutnya kita akan bawa lebih banyak lagi,” tutur wanita yang akrab disapa Afri tersebut.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi positif dari Kasat Lantas Polres Palu AKP Naima Akase yang pada saat itu sedang bertugas di kawasan CFD. Menurutnya kegiatan ini sangat baik dan harus mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya para pedagang yang menggunakan kantong plastik.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung gerakan Palu Bebas Plastik ini. Semoga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang plastik sembarangan. Sebab plastik merupakan limbah B3 yang sulit terurai baik di permukaan tanah maupun di dalam air,” jelasnya.

Selain gerakan palu bebas kantong plastic, Kophi Sulteng juga telah melakukan beberapa kegiatan antara lain Lomba Kantor Peduli lingkungan, bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Palu Dalam Rangka Ulang tahun Kota Palu 2014. Memberikan praktek pembuatan Biopori di dua sekolah, yakni SDN 3 Birobuli dan SMP N 1 Palu, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Kemudian Festival Kota Hijau 2014 yang digelar dua kali pada bulan Agustus dan Oktober yang dimeriahkan beberapa komunitas, ada lomba mengambar, ular tangga, flying fox, akustik, klinik Lingkungan dan lain lain.

Kophi merupakan organisasi wadah bagi anak muda yang ingin menjadi bagian dari solusi masalah perubahan iklim, sehingga mereka dapat bergerak untuk melakukan tindakan secara kolektif dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lestari.

Organisasi yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 2010 dan diresmikan pada tanggal 30 Oktober 2010 tersebut juga hadir sebagai fasilitator dalam pengembangan kapasitas mereka melalui workshop, pelatihan dan seminar yang bekerjasama dengan LSM-LSM dan komunitas hijau.

Organisasi ini juga telah berkembang menjadi organisasi pemuda pemerhati lingkungan yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Yang dibentuk dan berjalan secara independen dan tidak terafiliasi dengan organisasi atau pihak tertentu.

Untuk Sulawesi Tengah sendiri, Kophi baru didirikan pada tanggal 2 Desember 2012 pada Kongres Nasional II, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Afrianti Mahasiswa Universitas Tadulako sebagai perwakilan kongres tersebut menjadi Ketua Kophi Sulteng hingga saat ini.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: