Tahun Depan Buol Bangun PLTMH 12 Megawatt

“Pada 2017 Distamben Buol juga tengah melakukan perintisan pembangunan listrik jaringan sutet dengan kapasitas daya berkisar antara sembilan sampai dengan 10 Megawatt,” – Friesa Agusfard, Kabid Pertambangan dan Energi Pemda Buol –

2018, Krisis Listrik Bakal Terjawab

Buol, – Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemda Buol, Friesa Agusfard mengatakan, pada tahun 2016 mendatang akan segera dilaksanakan pembangunan turbin pembangkit listrik Mikro Hidro (PLTMH) 12 Megawatt di Desa Modo, Kecamatan Tiloan, yang merupakan bantuan dana pusat.

Dipilihnya Kecamatan Tilian berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan, karena wilayahnya memiliki potensi SDA untuk sumber energi yang cukup untuk menjadi sumber pembangkit listrik.

Kata Friesa, untuk investasi pembangunan PLTMH menelan anggaran miliaran rupiah dengan rincian ekstimasi anggaran persatu megawatt menelan dana Rp 3 miliar rupiah.

“Kita rencana bulan Mei 2016 sudah mulai aksen kegiatannya dan Insya Allah pada 2018 sudah rampung sekaligus sudah bisa dinikmati,” kata Friesa, di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2015).

Selain pembangunan PLTMH, pada 2017 Distamben juga tengah melakukan perintisan pembangunan listrik jaringan sutet dengan kapasitas daya berkisar antara sembilan sampai dengan 10 megawatt.

“Tahapannya sudah survei, interkoneksinya nanti itu kemungkinan dari Tolitoli bisa juga dari Gorontalo. Kalau anggaran kita tidak punya ekstimasi karena kita hanya sebagai pengguna jasa saja,” terang Friesa.

Lanjut Fresa, untuk jaringan listrik sutet ini direncanakan tahun 2017 akan dimulai dan diperkirakan rampung pada 2018 mendatang.

“Kalau kapasitas yang masuk Buol disesuaikan dengan kebutuhan, berkisar 10 mega dengan daya ini sudah dapat menjawab persoalan listrik di Buol,” katanya.

Friesa, menyakinkan dengan terealisasinya dua proyeksi listrik tersebut dapat dipastikan Buol pada tahun 2018 dapat menjawab semua persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan listrik.

“Pada 2018 kita memiliki daya listrik sebesar 22 megawatt ditambah dengan yang ada sekarang ini 6 megawatt milik PLN maka seluruh kebutuhan listrik terpenuhi termasuk tidak ada lagi desa yang tidak menikmati listrik,” tandas Friesa.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: