Sail Tomini Jadi Momen Perkenalkan Potensi Wisata

Palu, – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah berencana menjadikan Kepulaun Togean diperkenalkan sebagai destinasi wisata andalan dalam ajang Sail Tomini tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Promosi Pariwisata Sulawesi Tengah Syamsudin, saat ditemui Metrosulawesi di ruang kerjanya, Senin (10/8).

Syamsudin mengatakan, Kepulauan Togean bukan hanya satu satunya destinasi wisata yang akan ditawarkan. Melainkan seluruh potensi wisata di Sulawesi Tengah lainnya juga akan diberi kesempatan yang sama untuk mempromosikan potensi wisata daerahnya masing masing.

“Sebanyak kurang lebih 13 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah akan kita siapkan stand dan untuk mempromosikan potensi wisata daerahnya masing-masing. Jadi tidak ada yang lebih diunggulkan. Semua akan diberi wadah untuk memperkenalkan keistimewaan daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, Kepulauan Togean akan lebih diprioritaskan, karena selain memiliki pesona yang menawan dan sudah cukup dikenal, Togean juga memiliki daya Tarik yang luar biasa bagi wisatawan, khususnya pemandangan bawah lautnya.

“Bukan berarti kita membedakan yang satu dengan yang lain. Semua daerah punya keunggulan dan keistimewaan masing-masing. Namun kita tidak mungkin dapat mengakomodasi semuanya. Karena kita juga akan melihat dari kesiapan anggaran untuk itu,” kata Syamsudin.

Apabila salah satunya sudah terkenal, maka yang lain juga pasti akan ikut memperoleh dampaknya, baik secara tidak langsung maupun tidak langsung. Sebab, biasanya wisatawan yang datang akan berusaha mencari destinasi-destinasi lain di sekitarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Syamsudin harus dimulai dari masyarakat terlebih dahulu. Bagaimana agar masyarakat punya pengetahuan dan kepedulian terhadap daerah tempat wisata masing-masing.

“Kita siapkan masyarakat dulu. Bagaimana menjadi masyarakat pariwisata. Tentunya dengan melakukan penyuluhan dan workshop yang melibatkan kelompok masyarakat. Bimbingan dan kegiatan kegiatan perawatan area pariwisata. Sehingga masyarakat bisa menjadi pioneer daerah wisatanya sendiri,” jelasnya.

Selanjutnya penyaiapan fasilitas pendukung transportasi, penginapan dan sebagainya.

“Terutama akses ke daerah-daerah wisata. Sebab bagaimanapun indahnya tempat wisata tidak akan berpengaruh terhadap jumlah wisatawan, apabila akses menuju tempat tersebut tidak mendukung,” ujar Syamsudin.

Sementara itu dalam mempromosikan daerah Sulawesi Tengah, Syamsudin mengaku saat ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan DKI, namun baru langkah awal belum ada tindak lanjut. Dimana DKI akan menyiapkan satu tempat seperti di bandara udara yang akan digunakan sebagai sarana promosi.

Selain itu, pihaknya juga sering mengikuti iven-iven nasional sebagai sarana untuk mempromosikan Sulawesi tengah, seperti Gebyar Wisata Nusantara, pameran wisata daerah, Pekan Raya Jakarta dan sebagainya, dengan menyiapkan brosur dan foto-foto potensi wisata Sulawesi Tengah.
Menurut Syamsudin Usaha tersebut sangat berpengauh pada jumlah wisatawan yang berkunjung kedaerah ini setiap tahunnnya.

“Kalau tahun 2013 lalu wisatawan sekitar 3000 lebih, maka pada tahun 2014 kemarin mencapai 4000 lebih yang didominasi wisatawan dari Eropa. Karena mereka lebih menyukai diving. Sebab yang kita tawarkan adalah Togean dengan keindahan bawah lautnya yang boleh dibilang masih perawan,” ungkapnya.

Syamsudin berharap, Sail Tomini ini lebih baik dari sail-sail sebelumnya. Dia juga berharap , agar promosi pariwisata ini tidak hanya sampai di momentum Sail Tomini, tetapi juga harus terus berkembang dan berkelanjutan.

“Jangan hanya pas acara sail selesai semuanya juga ikut selesai. Tapi bagaimana promosi pariwisata ini bisa dikembangkan terus. Apakah itu tempat pelaksanaan puncak sail tersebut terus di manfaatkan atau seperti apa. Karena anggaran untuk pembangunan tersebut cukup besar sampai miliaran,” pungkasnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: