Dirut PT KTM Bantah Tudingan Walhi Sulteng

Palu,– Direktur PT. Kitamboto Tridaya Mineral (PT. KTM) H. Mohamad Fikri, menganggap tudingan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng , yang menyebut PT. KTM telah melakukan pembabatan hutan Mangrove di Desa Pomolulu, Dusun Awesang, Kabupaten Donggala, adalah tidak benar.

Fikri menyayangkan langkah Walhi yang tidak melakukan koordinasi dan komunikasi secara baik kepada pihaknya, sebelum mengumumkan kepada media terkait tudingan pengrusakan hutan Mangrove.

“Tapi itu hak dari Walhi yang selama ini menjadi lembaga swadaya masyarakat bekerja menjaga kelestarian lingkungan,” kata Fikri dalam jumpa pers di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Jalan Masjid Raya, Kamis (6/8).

Dia menuturkan, jika Walhi melakukan koordinasi kepada pihaknya, mereka akan memberikan penjelasan dan memperlihatkan dokumen yang menyatakan, bahwa pihaknya melakukan proses administrasi secara baik.

“Dengan detail dan menujukan bukti dan dokumen yang menjelaskan, bahwa kami tidak ada melakukan pengurusakan hutan Mangrove dan pembuatan dermaga (Jety),” katanya.

Ia juga minta Walhi Sulteng turun lapangan langsung bersama pihak PT. KTM.

“Saya mendukung langkah Walhi Sulteng sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja memarahi kejahatan lingkungan, tetapi sebelum melakukan langkah sebaiknya melakukan koordinasi kepada pihak yang akan di soroti,” kata, H. Mohamad Fikri.

Pihaknya juga mengaku tidak melarang ataupun menghalangi Walhi mempublikasikan ke media. “Itu haknya kalian (Walhi). Namun dalam hal ini ada etika, yang kita jaga bersama, agar pihak yang akan kita soroti tidak kaget ketika tiba-tiba namanya telah dipublikasikan oleh media secara negative oleh media, ya kalau orang jantungan bisa bahaya, seperti itu,’’ tegasnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya memiliki seluruh dokumen dan pernyataan dari tokoh masyarakat wilayah itu, yang menyatakan bahwa tidak ada pengrusakan hutan Mangrove.

“Ada 16 orang warga memberikan dukungan tanda tangan, bahwa PT. KTMtidak benar melakukan pengrusakan,” ujarnya menegaskan, bahwa di Desa Pomolulu ada warga berinisial H yang menjadi provokator yang mengintimidasi warga untuk menandatangani pernyataan bahwa PT. KTM melakukan pengrusakan jika tidak mau akan dipenjarakan.

“Kenapa kami yakin bahwa tidak ada pelanggaran, karena adanya dukungan lainnya seperti surat peryataan dari Aswin Plt Kepala Desa Pomolulu, yang menyebut bahwa dia didatangi oleh warga berinisial H untuk bertandatangan atas perintah Bupati Donggala, terkait tuduhan penebangan Mangrove oleh PT. KTM, ini semua akan kami perlihatkan kepada teman Walhi, namun sudah terlanjur mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengusahaan Dinas ESDM Donggala Najamudin Lagani mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan Pokja dilokasi PT. KTM. Pokja UKL-UPL telah mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk tidak melakukan aktifitas apapun sebelum turun izin lingkungan. Namun, pihak perusahaan tidak mengindahkan justru malah melakukan pengrusakan hutan Mangrove. Akibatnya hingga kini pemerintah Kabupaten Donggala tidak berani mengeluarkan rekomendasi lingkungan karena pihak perusahaan melakukan pengrusakan.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: