Warga Poso Kutuk Kekerasan di Tolikara

Poso – Seratusan umat muslim di Poso menggelar aksi solidaritas untuk muslim Tolikara, terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua saat perayaan sholad Idul Fitri lalu. Aksi simpatik dengan melakukan orasi dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan dan mendapat pengawalan super ketat oleh aparat keamanan.

Aksi yang digerakan oleh Front Pembela Muslim (FPI) Poso itu mengecam perisitiwa tersebut, serta mendesak pihak aparat untuk secepatnya menangkap pelaku pembakaran mesjid di Tolikara saat umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri. Ketua FPI Poso Sugianto Kaimudin dalam orasinya menyampaikan agar pengungkapan kasus yang terjadi di Tolikara dilakukan secara transparan.

Aksi demo yang dimulai sejak jam 08.45 Wita itu mengambil star di Masjid Raya Baiturahman di Jalan Pulau Natuna dan berjalan di Jalan Trans Sulawesi lampu merah Kampus Unsimar dengan membawa spanduk mengecam insiden Tolikara. Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas terhenti sejenak. Bahkan setiap pengendara yang melintas di berikan selebaran pernyatan sikap, masa juga mendatangi gedung DPRD Poso.

Saat mendatangi gedung DPRD, masa menyampaikan pernyataan sikap, salah satunya agar Gereja Injil di Indonesia (GIDI) wajib bertanggung jawab atas insiden pembakaran Masjid, toko dan pembubaran umat muslim yang sedang menjalankan ibadah. Selain menyinggung insiden Tolikara.

Aksi yang berlangsung selama hampir dua jam itu berjalan dengan aman meskipun terjadi riak dan penyampaian amarah oleh masa. Aksi ini juga berakhir dengan beberapa perwakilan dari FPI melakukan pertemuan dengan beberapa anggota dewan di ruang rapat DPRD Poso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: