Tokoh Agama di Poso Bertemu

Sikapi Masalah di Tolikara

Poso – Tokoh lintas agama, pemerintah, dan aparat di Kabupaten Poso bertemu untuk menyikapi insiden yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua agar tidak merembet dibekas daerah konflik tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat, toleransi antar agama dan kedamaian yang telah bersemi di Poso dalam beberapa tahun ini harus terus dirawat.

Pertemuan itu digelar di ruang pertemuan Komando Distrik Militer (Kodim) 1307 Poso diikuti tokoh agama dan pemuda serta pengurus gereja dan organisasi Islam.

Para tokoh agama dari Islam dan Kristen mendesak aparat keamanan segera menangkap pelaku pembakaran kios dan rumah ibadah di Tolikara sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Poso Sugianto Kaimudin mengatakan, pihak aparat keamanan diharapkan bisa segera menyelesaikan kasus di Tolikara agar tidak merembet menjadi konflik sara yang pernah terjadi di Poso.

“Jika perisitiwa tersebut tidak ditangani secara cepat bisa menimbulkan masalah baru yang terjadi,” kata Sugianto.

Namun dirinya menyampaikan, jika umat Islam di Poso secara keseluruhan masih terus menjaga perdamaian dan silaturahmi antar umat beragama.

Sementara itu pengurus Gereja Sinode GKST Poso Pendeta Omnesimus Kambodji mengharapkan pertemuan ini bisa dilakukan komitmen secara bersama-sama agar wilayah kota Poso bisa terus menjaga perdamaian dan tidak terprovokasi.

Dandim 1307 Poso Letkol Inf Ryan Hanandi mengatakan, hingga saat ini wilayah Poso masih dalam suasana yang kondusif. Bahkan pihak TNI di Poso telah melakukan sejumlah antisipasi terkait perisitiwa Tolikara dengan meningkatkan keamanan melakukan penjagaan di rumah-rumah ibadah.

“Pertemuan tokoh-tokoh agama dan toko-tokoh pemuda ini yang jelas untuk mengantisipasi isu yang berkembang saat ini, agar wilayah Poso tetap aman dan kondusif dan syukur alhamdulilah Poso masih aman,” kata Ryan Hanandi usai gelar pertemuan di kodim 1307 poso, Rabu (22/7).

Hingga saat ini pihak TNI di Poso telah meningkatkan keamaanan di wilayah-wilayah yang disinyalir mudah terjadi provokasi.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak polres unsur-unsur kepolisian untuk menjaga tempat-tempat ibadah mesjid, pura gereja kita juga telah koordinasi dengan tokoh-tokoh pemuda dari ansor, FPI dari pemuda gereja untuk melaksanakan ikut berpartisipasi mengawasi dan menjaga kemananan di Poso,” pungkasnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: