Puluhan Rumah di Desa Pinoto Rusak Diterjang Ombak

Pinoto – 28 unit rumah warga di Desa Pinoto Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong rusak diterjang ombak, Senin (20/7). Tujuh rumah diantaranya mengalami kerusakan parah, sedang 21 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 wita, Minggu dini hari, saat warga tengah terlelap tidur. Beruntung, saat ombak setinggi tiga meter menerjang deretan permukiman warga di pesisir Pantai Desa Pinoto tersebut tidak menelan korban jiwa.

Wahid, salah seorang warga setempat yang rumahnya juga hancur diterjang ombak, kepada Metrosulawesi mengatakan, bahwa setiap mendekati bulan Agustus dapat dipastikan terjadi ombak besar, yang biasanya mencapai setinggi empat meter.

“Mau dekat Agustus bagini memang besar ombak. Biasaya sampe akhir-akhir Agustus ini begini terus ombak ini,” katanya saat ditemui Metrosulawesi, sambil mengumpulkan puing-puing rumahnya yang hancur tersapu ombak.

Berdasarkan pantauan Metrosulawesi di lokasi kejadian, ombak besar juga telah menghempaskan pasir hingga ke sebagian badan jalan. Selain itu, sejumlah perahu nelayan juga ikut hancur akibat diterjang ombak. Tembok penahan ombak seting satu setengah meter juga nampak roboh, karena tidak mampu menahan kerasnya hantaman ombak.

Sementara itu, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Parigi Moutong yang datang ke lokasi kejadian pasca kejadian, langsung mendata kerusakan dampak ombak besar, serta membantu memperbaiki rumah warga yang hancur.

Koordinator Tagana Wilayah Parigi Moutong, Rifai Pakaya mengatakan, selain membantu korban timnya juga terus memantau kondisi alam utamanya pesisir pantai setempat.

“Tim kami akan menampung keluhan-keluhan masyarakat, kemudian akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata Rifai.

Ia juga mengatakan, sebenarnya warga telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan tanggul penahan ombak, namun hingga saat ini belum mendapat respon dari pemerintah. Menurutnya, saat ini tembok penahan ombak hanya setinggi 1,5 meter, sedangkan ombak yang sering datang mencapai empat meter. Sehingga hal ini sangat mengancam keselamatan keluarga yang tinggal di kawasan pesisir pantai Desa Pinoto.

Dengan adanya kejadian ini, Rifai berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi warga yang bermukim di sepanjang garis pantai, dengan membangun kembali tembok penahan ombak penahan ombak di lokasi tersebut.

“Tembok yang sekarang juga tidak terlalu kuat, mungkin bahan campuran tidak sesuai standar, sehingga mudah roboh di terjang ombak,” imbuhnya.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: