Sejumlah Kades di Sigi Berhentikan Proyek Pasigala

Sigi,– Merasa di anak tirikan, sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi menghentikan pengerjaan penggalian pemasangan pipa air bersih program Pemerintah Sulteng, Minggu (5/6).

Pemasangan pipa tersebut merupakan pipa air bersih untuk tiga daerah, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala (Pasigala), yang dikelola UPT SPAM (Sistim Penyediaan Air Minum) Sulawesi Tengah.

Menurut Kades Lolu, masyarakat Desa Lolu dan sejumlah desa yang akan dilalui pipa tersebut belum rela airnya dibagi pada daerah lain. Pasalnya, air yang merupakan sumber daya alam terbesar di Kabupaten Sigi ini justru tidak terbagi untuk daerahnya sendiri atas kegiatan itu, menurutnya, tentu hal ini sangat merugikan bagi masyarakat Sigi yang masih butuh penyediaan air bersih.

Penggalian pemasangan pipa air bersih yang telah masuk ke wilayah Desa Lolu dan Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru itu terpaksa terhenti, karena tidak hanya masyarakat, namun kades Lolu Imran Latjedi, Kades Loru Sahrin Marajati dan Kades Mpanau Almaun Larengi serta Kades Pombewe menghalangi Excavator untuk tidak melakukan aktifitasnya sementara.

“Atas nama desa dan masyarakat kita belum perbolehkan penggalian pipa ini dilakukan bila belum ada kejelasan, tidak hanya pembagiannya (debit air, red) pada desa, akan tetapi untuk daerah ini dalam proyek pipanisasi Pasigala, kita tidak ingin masyarakat Sigi dirugikan dengan megaproyek ini yang hanya menguntungkan daerah lain,” tegas Kades Lolu Imran Latjedi.

“Kompensasi proyek air bersih ke daerah kita sendiri tidak jelas, apalagi desa-desa yang dilalui pipa itu. Kalau tidak salah Kabupaten Sigi hanya menerima beberapa kubik air, sementara Kota Palu dan Donggala lebih besar, padahal Sigi yang memiliki sumber air itu. Bahkan kita lagi disuruh menjaga kelestarian sumber air itu yang ada di Desa Saluki Kecamatan Gumbasa,” katanya menambahkan.

Sementara Kades Mpanau Almaun Larengi mengatakan, pihaknya tetap tidak mengizinkan excavator untuk melanjutkan penggalian itu bila pihak pengelola belum memberikan kejelasan yang mendasar terhadap kompensasi yang diberikan ke Kabupaten Sigi, serta desa-desa yang dilalui pipa air bersih tersebut.

Diketahui, penduduk Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggal (Pasigala) tidak lama lagi akan mengakses air minum aman perpipaan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pasigala Tahap I yang berkapasitas 300 liter per detik.

SPAM Regional Pasigala tersebut direncanakan akan beroperasi pada tahun 2016 dengan UPT-SPAM Provinsi Sulawesi Tengah sebagai lembaga pengelolanya, dan akan melayani cakupan air bersih masyarakat sebanyak 120.000 jiwa untuk tahap pertama Kota Palu secara keseluruhan dan Kabupaten Sigi sebahagian.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: