Pembuatan Taman Pantai Talise Proyek Pemprov

Wali Kota Jawab via Facebook

Palu, – Banyak yang menyangka, jika kegiatan penimbunan jalan Rajamoili Pantai Talise, tepatnya di Patung Kuda, bahwa pembuatan taman ini dilakukan Pemkot Palu. Kegiatan ini mendapat banyak sorotan dari warga, karena diduga tidak memiliki izin serta kajian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL).

Beragam sikap juga ditunjukkan masyarakat Kota Palu, yang umumnya menyatakan menolak penimbunan dengan beberapa alasan. Diantaranya bahwa kegiatan penimbunan Pantai Talise Patung Kuda belum dibutuhkan, karena masih banyak bidang yang membutuhkan anggaran lebih, misalkan untuk rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah baru.

Banyak pendapat masyarakat terhadap kegiatan penimbunan Pantai Talise melalui akun sosial media resmi Metro Sulawesi di Facebook, setelah salah satu foto dokumentasi penimbunan pantai diunggah.

Komentar cukup tajam ditulis akun FB FriDel Danikalu, selain berpendapat bahwa sebaiknya anggaran pembangunan taman Pantai Talise digunakan untuk program pendidikan gratis, atau peningkatan ekonomi masyarakat yang kurang mampu.

Pendapat lain menyebutkan bahwa, daratan Kota Palu masih cukup luas untuk mendirikan bangunan apapun. Kenapa harus membangun merusak keaslian Pantai Teluk Palu.

“Harusnya pendidikan lbh diutamakan,” tulis akun FB, Luna Chantique.

Komentar cukup panjang dan kritis ditulis akun FB, Nafri Kelor.

“Krn darat sdh abz dikuasai dan duit proyekx da ludes, jdi tuk dptkn kucuran dana lgi, sehingga yg korbanx pantai talise lgi, gak masuk akal bantuan dana ada, klo gak ada permintaan dri pemerintah daerah, tahayul alias jin dan jun,, daerah maju bkn hrs ada reklamasi, yg diperbaiki adalah birokrasi, da bersih gak dri maling uang rakyat, DPRD jga banyak kong kalikong anggaran, pengawasan putus ditengah jln krn arus kepentingan kuat mnghadang, ingat bung dan bang, uang rakyat sehingga anda jaya dan sejatrah, krisis peduli rakyat sungguh luar biasa, penimpin penguasa dan pengusaha menggerogoti rakyat jelata, lihat ank2 yg masih unur hrs sekolh, tp mnganggur, pupuk buat petani tdk ada, biaya sekolah tinggi, apakah ini rakyat yg pikirkn? Kalian yg dipilih dan dduk skarang kerjanx apa? Sibuk konsfirasi politik, sibuk cari pintu uang, sedangkn rakyat menderita, miris hrs dikorbankn pantai demi indah dipandang mata, tp banyak perbuatan yg salah dan dilanggar,”

Terhadap banyaknya pendapat dan masukan diatas, akun FB atas nama Rusdi Mastura yang diduga asli milik Wali Kota Palu H Rusdi Mastura menjawab, bahwa kegiatan tersebut bukan dari Pemkot Palu, melainkan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Cipta Karya.

“Itu bukan anggaran Pemkot itu APBN yg dilakukan oleh dinas cipta karya propinsi program pusat penataan pantai,” tulis akun FB atas nama Rusdi Mastura tersebut.

“Ditanyakan ke cipta karya propinsi,” imbuh akun FB Rusdi Mastura, yang mengarahkan jawaban seputar polemik pembangunan taman Pantai Talise ke Dinas Cipta Karya Provinsi.

“Itu program pusat kelanjutan dari anjungan. Tdk ada aturan yg melarang reklasi sepanjang sesuai aturan. Buktinya anjungan bagus dan dinikmati masyarkat’” katanya lagi.

Bicara kemiskinan kota palu yg paling rendah angka kemiskinan dari semua tkt Ii se-Sulteng. Kalau ngomong gampang semua orang bisa.” tulisnya lagi dengan lebih tegas.

Sejumlah pihak, mulai dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulteng hingga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng menyayangkan kegiatan tersebut, pasalnya persoalan menyangkut izin reklamasi yang di wilayah Kelurahan Talise saja belum selesai, kini Pemerintah Provinsi menambah upaya kegiatan yang tanpa kejelasan perizinan, serta berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: