Warga Nokilelaki Tolak Eksplorasi Panas Bumi

Sigi, – Masyarakat Desa Kadidia, Kecamatan Nokilelaki, Kabupaten Sigi menolak adanya rencana eksplorasi alam panas bumi yang akan dilakukan di wilayah itu. Pasalnya, eksplorasi tersebut dianggap akan mengganggu tanaman warga sekitar.

Salah satu tokoh muda Kecamatan Nokilelaki Sarifudin, belum lama ini menyatakan, eksplorasi alam panas bumi yang akan dilakukan tentunya harus memiliki Amdal, dan menurutnya sampai saat ini rencana kegiatan tersebut belum diketahui masyarakat setempat secara keseluruhan.

“Rencana eksplorasi itu harus disosialisasikan secara tuntas bukan setengah-setengah, karena masyarakat kurang paham hal tersebut, apa yang menjadi tujuan, serta manfaatnya apa untuk masyarakat,” kata Syarifudin yang mengaku tidak mengetahui nama perusahaan yang akan melakukan eksplorasi.

Bukan hanya itu, kata dia, masyarakat saat ini sudah merasa was-was bila eksplorasi itu jadi dilakukan, karena dampak negatifnya sudah pasti akan diraskan oleh masyarakat, salah satunya yaitu tanaman milik masyarakat setempat sudah pasti akan terancam, dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kita ingin semuanya jelas agar masyarakat memahami, apalagi Amdal rencana eksplorasi panas bumi itu belum dilakukan, jangan akan menjadi kebiasaan seperti perusahaan yang sudah beroperasi, dan sudah lama berjalan baru akan melakukan pengurusan Amdalnya, jadi semuanya harus jelas dan jangan membuat masyarakat menderita, yang pasti masyarakat di sini akan menentangnya,” tegasnya.

Terkait persoalan itu, Wakil ketua DPRD Sigi, Paulina mengakui adanya rencana eksplorasi panas bumi di wilayah Kecamatan Nokilelaki, akan tetapi hal tersebut masih sebatas survey dan baru rencana belum melakukan aktifitas, namun semuanya tergantung hasil survey itu apakah nantinya dapat dilakukan kegiatan atau tidak.

“Itukan baru sebatas survey dan belum ada eksplorasi yang akan dilakukan, sebab untuk melakukan kegiatan dilokasi itu prosesnya panjang salah satunya harus ada Amdal. Persoalan ini juga muncul kemungkinan ada pihak ketiga yang sengaja memanas manasi, padahal sosialisasi sudah dilakukan dan masyarakat setempat juga hadir saat itu,” terangnya.

Adanya rencana kegiatan eksplorasi di wilayah itu kata Paulina, sudah tentu akan memberi dampak positif pada masyarakat, selain akan menggunakan tenaga kerja masyarakat setempat, sudah pasti perusahaan itu juga akan mensejahterakan masyarakat sekitar, dan itu sudah merupakan ketentuan bagi perusahaan di mana saja melakukan pengolahan sumber alam.(MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: