Basarnas Belum Tahu Status Gunung Colo

Palu, – Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Palu mengaku belum mengetahui berkembangnya informasi tentang peningkatan status Gunung Colo di Tojo Unauna, dari waspada menjadi siaga.

Hal ini seperti diakui Humas Kantor Basarnas Palu, Fatmawati kepada Metrosulawesi, Senin (28/6).

“Kami belum tahu, soalnya sampai saat ini kami belum menerima laporan dari manapun, tadi saya juga Tanya ke Sentra Komunikasi kami, katanya juga belum ada,” kata Fatmawati, sambil bertanya di wilayah kabupaten mana gunung tersebut, karena mengaku baru pindah dari Basarnas di Papua.

Menurut Fatma, biasanya ketika ada peristiwa atau kejadian bencana, pihaknya akan menerima laporan dari berbagai pihak, bisa dari Pemda, TNI, Polri maupun masyarakat.

Hal senada dibenarkan Kepala Sub Seksi Potensi Kantor Basarnas Palu, Jendri Sonny Paendong, saat ditemui Metrosulawesi di ruang kerjanya. Menurut Jendri, jika kabar peningkatan status Gunung Colo di Tojo Unauna tersebut benar, harusnya beberapa pihak terkait sudah memberikan informasi kepada pihaknya.

“Sampai sekarang kami belum terima laporan tentang kondisi itu,” ujar Jendri.

Kata Jendri, beberapa instansi yang seharusnya memberi informasi pertama jika terjadi bencana alam adalah institusi TNI/Polri, pemda setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), maupun masyarakat pada umumnya.

Sedangkan untuk laporan dari masyarakat, kata Jendri, pihaknya tidak akan menerima dengan mentah informasi tersebut, kata dia, Basarnas memiliki tim intelijen yang bertugas untuk memastikan kebenaran laporan masyarakat tersebut di lapangan.

“Sebab, jika ada laporan dari masyarakat dan kita terima mentah-mentah, kemudian kita langsung berangkatkan tim rescuer beserta peralatan, dan ternyata informasi itu tidak benar, bagaimana?” ucapnya.

Meski demikian, kata Jendri, jika terjadi bencana atau peristiwa yang berkaitan dengan Tupoksi lembaga tersebut, atau yang berkaitan dengan kemampuan dasar personil Basarnas, maka tanpa ada laporanpun pihaknya akan langsung bertindak.

“Karena ini memang sudah jadi tugas dan kewajiban kami,” ujar Jendri.

Dia juga berharap, agar semua pihak yang memiliki potensi SAR, mulai BPBD, BMKG, TNI dan Polri kedepan untuk lebih meningkatkan kerjasama dan komunikasi. Hal ini sebagai upaya preventif terhadap dampak dan kerugian terhadap bencana.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: