Warga Keluhkan Pemadaman Lampu Jalan di Touna

Ampana, Metrosulawesi.com – Hampir dua pekan terakhir lampu jalan di Ibu kota Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Ampana dipadamkan. Hal ini membuat para pengendara harus berhati-hati karena suasana jalanan yang gelap tanpa penerangan.

Pantauan Metrosulawesi, Sabtu (20/6) pada pukul 19.30 wita, jalan nasional yang memasuki Kabupaten Touna dari Kelurahan Malotong hingga perbatasan Kabupaten Luwuk tak ada satupun lampu jalan yang menyala.

“Sudah hampir sepuluh hari ini lampu ini dipadamkan, tanpa ada penjelasan atau pengumuman dari pihak terkait PLN maupun dinas pertambangan. Bahkan dengan tanpa penerangan di jalanan akhir-akhir ini sering terjadi kecelakaan, belum lagi musim hujan, dan saat ini kita sedang menunaikan ibadah puasa, sangat membutuhkan lampu jalan untuk beribadah tarawih pada malam hari,” kata Abd Rahim, warga Kelurahan Ampana.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu Staf PLN Ampana Karnain mengatakan, yang mematikan lampu jalan tersebut bukan pihak PLN, tapi Dinas pertambangan dan Energi Kabupaten Touna. Ia mengatakan, PLN Ampana saat ini tidak ada gangguan mesin untuk menyalakan lampu jalan tersebut .

“Kalau kami dari PLN maunya lampu jalan ini jangan dimatikan, soal mesin saat ini tidak ada gangguan, proyek lampu jalan ini yang atur dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Touna,” ungkap Karnain, staf bagian tehnis PLN Ampana.

Salah Satu tehnisi, Udi yang menangani pemasangan lampu jalan tersebut mengaku, lampu jalan sengaja dimatikan oleh pihak pertambangan karena kontrol timernya bermasalah, sementara belum ada anggaran atau biaya pemeliharan untuk perbaikan 21 panel yang tersebar di jalan-jalan utama di Ampana .

“Ada beberapa tempat yang rusak panelnya, sehingga kita mengalami kesulitan untuk mengatur timernya. Kadang lampu itu menyala tidak sesuai timernya, dan siang hari lampu jalan ada yang masih menyala, dan memang ada upaya untuk perbaikan lampu jalan tersebut, tapi anggaran dari dinas belum ada untuk perbaikan sistem panel tersebut,” jelasnya kepada Metrosulawesi melalui sambungan telepon .

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Plt Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Touna, Muslimin mengatakan memang lampu ini dimatikan sementara karena ada beberapa panel yang rusak dan itu harus segera diganti.

Ia juga mengaku soal anggaran perbaikan atau pemeliharaan lampu jalan tersebut belum ada pada tahun 2015 ini, namun pihaknya akan berupaya secepatnya untuk memperbaiki .

“Untuk tahun ini memang kita tidak ada biaya pemeliharaan, dan kita akan berupaya akan perbaiki semua panel yang rusak itu, jadi yang lama itu akan dicopot saja timernya, kemungkinan akan disambung langsung. Saya juga sudah beritahu ke Kabidnya untuk mengontrol semua lampu jalan yang mati itu dan Insya Allah kita akan segera perbiki dan secepatnya sudah bisa menyala normal,” ungkapnya. (ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: