Pemkot Indikasikan Ada Perusahaan Tak Bayar UMK

Palu, – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Palu mengindikasikan ada perusahaan tidak membayar gaji karyawan sesuai Upah Minimum Kota (UMK) sehingga banyak buruh yang kurang sejahtera.

“Yang jelas ada, tapi saya belum tahu secara persis jumlah perusahaan yang tidak bayar gaji sesuai UMK,” kata Kepala Bidang Pengawasan Hubungan Industrial (PHI) dan Syarat Kerja pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu, Maswati, Palu, Selasa (16/6).

UMK Palu pada 2015 sebesar Rp1.675.000,00 per bulan. Saat ini ada sejumlah perusahaan yang membayar pegawai cuma Rp1,2 juta bahkan lebih rendah dari itu.

Saat ini jumlah perusahaan di Kota Palu sekitar 1.700 yang tersebar di delapan kecamatan di daerah ini.

Menurutnya, perusahaan yang belum mampu membayar karyawan sesuai UMK tersebut adalah unit usaha skala kecil.

“Kita terus sosialisasikan Undang Undang Tenaga Kerja agar pengusaha bisa membayar gaji sesuai upah minimum,” kata Maswati.

Sesuai Undang Undang Tenaga Kerja perusahaan harus menggaji karyawan sesuai upah minimum.

Pengusaha yang tidak membayar gaji karyawan sesuai upah minimum terancam sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp400 juta.

Baru-baru ini puluhan karyawan sebuah restoran di Kota Palu mendemo perusahaannya karena tidak digaji sesuai UMK.

Setelah berdialog dengan perusahaan dan dimediasi oleh pemerintah akhirnya perusahaan itu bersedia menggaji karyawan sesuai standar.(ANTARA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: