Pasca Banjir Bahodopi, PT BDM Siap Bertanggung Jawab

Bungku, – Kondisi di wilayah Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, berangsur normal. Setelah Senin pekan kemarin kawasan industri tambang itu diterjang banjir akibat jebolnya tanggul sungai Bahodopi. Tiga desa dilaporkan rusak parah dan lainnya tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi, sebagian jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan sedang dalam perbaikan. Akses jalan yang menghubungkan Desa Keurea dan Desa Bahomakmur termasuk mengalami kerusakan cukup parah. Sedangkan jembatan yang digunakan saat ini masih jembatan darurat. Meski demikian, akivitas warga mulai berjalan seperti sediakala.

Pihak perusahaan tambang, PT Bintang Delapan Mineral (BDM), turut menanggung resiko akibat bencana banjir di wilayah tambang ferronikel itu. Saat ini pihak PT BDM melakukan proses pendataan terhadap seluruh kerusakan yang dialami warga desa akibat banjir.

Divisi Infrastruktur PT BDM Fajar mengatakan, PT BDM siap memperbaiki dan menanggulangi semua kerusakan akibat banjir dalam bentuk kompensasi. Pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan bersama pemerintah desa dan kecamatan.

“Kami turut bertanggung jawab dan peduli terhadap kerugian yang dialami masyarakat. Kami juga siap menanggulangi dan melakukan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak total. Namun, kami juga harus mendata dan melihat kondisi di lapangan, apakah nantinya diperbaiki total atau bagaimana,” ungkap Fajar di Bahodopi, Senin (15/06).

Sebelumnya PT BDM telah melakukan pertemuan dengan pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat di kantor Kecamatan Bahodopi. Salah satu hasil dari pertemuan itu adalah PT BDM mengakomodir permintaan masyarakat yang meminta agar sungai Bahodopi ditanggul permanen.

Kepala dusun I Desa Keurea, Amir, membenarkan hasil pertemuan masyarakat dengan pihak PT BDM. Dia berharap agar PT BDM melakukan perbaikan dan menangani kerusakan akibat banjir di Kecamatan Bahodopi dengan baik dan benar.

“Selain pihak PT BDM, pemerintah desa juga melakukan proses pendataan kerusakan dan kerugian akibat banjir. Pihak pemerintah kecamatan turut pula mengawasi proses pendataan yang dilakukan,” ujar Amir.

Pemerintah daerah Kabupaten Morowali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), sebelumnya juga melakukan proses pendataan pasca banjir Bahodopi. Termasuk menyalurkan bantuan makanan dan perlengkapan tidur bagi warga korban banjir di beberapa desa.(MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: