Kondisi Jalan di Kecamatan Nokilelaki Rusak Parah

Sigi,- Kondisi jalan penghubung antar 2 kecamatan, yaitu kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilelaki sepanjang kurang lebih 6 kilometer di Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B Kecamatan Nokilelaki kondisinya sangat rusak parah. Hingga kini, belum ada perbaikan dari Pemda Sigi. Demas warga setempat mengaku, jalan penghubung ke 2 kecamatan tersebut sudah cukup lama kerusakannya, bahkan sampai saat ini belum ada sentuhan sama sekali untuk perbaikan.

“Kerusakan terjadi secara bertahap. Dari kerusakan kecil, hingga kini memakan hampir sebagian permukaan jalan. Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini pada Pemda Sigi maupun DPRD Sigi agar hal ini di tindak lanjuti ke dinas terkait, untuk diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata Demas warga Desa Kamarora Selasa (16/6).

Menurutnya, secara kasat mata, terlihat jelas kerusakan di ruas jalan tersebut sangat parah. Hampir sepanjang 6 kilo meter, tidak ada sisa aspal di permukaan jalann hanya batu-batu pondasi jalan dan genangan air yang terlihat di jalan tersebut. Kondisi itu membuat orang yang melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati agar tidak jatuh.

“Warga saat melintas di jalanan tersebut terkadang sering terjadi kecelakaan, karena rusaknya jalan ini,” tutur Demas.

Warga berharap, agar kerusakan jalan tersebut segera diperbaiki karena berpengaruh pada aktivitas keseharian ekonomi warga di kecamatan Nokilelaki.

Mendengar keluhan warga Wakil ketua II DPRD Sigi Paulina mengatakan, pihaknya telah beberapa kali menghimbau pada Pemkab Sigi melalui dinas terkait, agar jalan tersebut dapat dilakukan perbaikan, karena kondisinya sudah sangat buruk untuk dilalui kendaraan.

“Jangankan mobil, motor saja yang lewati jalan itu sangat susah, karena jalan tersebut berbatu dan banyak lubang, jadi perlu secepatnya menjadi perhatian Pemkab Sigi,” ujar Paulina.

Menurutnya, setiap Musrembang desa maupun kecamatan, pengusulan jalan itu selalu diajukan untuk diperbaikan. Dewan juga selalu membicarakan itu ke dinas terkait.

“Masa pembuatan jembatan yang dananya bisa dilakukan, sementara jalan yang merupakan penghubung antar kecamatan sulit dilaksanakan,” kata Paulina heran.(MS)

%d bloggers like this: