Jurnalis Okezone Nahkodai AJI Malang

Hari Istiawan, mantan reporter beritajatim.com terpilih menjadi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang periode 2015 – 2018. Hari terpilih melalui mekanisme Konferensi Kota (Konferkot) AJI Malang ke IV yang digelar di ruang sidang Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang pada Sabtu (13/6/2015) petang.

“Saya siap menjalankan roda organisasi sesuai rekomendasi dan program lainnya yang diusulkan oleh anggota melalui Konferkot ke IV ini,” kata Hari yang saat ini bekerja untuk Okezone.com dalam sambutannya.

Ia juga siap membawa AJI Malang bersinergis dengan organisasi profesi lainnya seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Apalagi hubungan antar-organisasi profesi pers di Malang selama ini sudah berjalan baik.

Dalam Konferkot ke IV AJI Malang tadi, ada tiga orang yang dicalonkan sebagai ketua. Selain Hari, dua nama lainnya adalah Yatimul Ainun yang juga bekas reporter beritajatim.com serta Abdul Malik, kontributor Trans TV. Dalam pemungutan suara yang berjalan ketat, Hari mendapat dukungan 7 suara, sedangkan Yatimul Ainun didukung 6 suara dan Abdul Malik hanya meraih satu suara.

Abdul Malik sendiri akhirnya terpilih menjadi sekretaris AJI Malang mendampingi Hari Istiawan. Mereka menggantikan kepengurusan periode 2012 – 2015 yang sebelumnya ketua dan sekretaris dijabat oleh Eko Widianto dan Yatimul Ainun. AJI Malang mengeluarkan 11 butir rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah dan Dewan Pers. “Rekomendasi ini hasil diskusi panjang sahabat- sahabat dan disahkan melalui forum Konferkot ke IV ini. Rekomendasi ini sebagai bahan masukan untuk pemerintah dan dewan pers,” kata Hari Istiawan.

Beberapa rekomendasi itu antara lain, mendesak pemerintah seperti Menteri Komunikasi dan Informatika hingga Dewan Pers untuk membuat regulasi yang membatasi kepemilikan media massa. Mengingat sebanyak 12 kelompok media menguasai produk media massa di Tanah Air. Ironisnya, sebagian pemilik media itu berafiliasi ke partai politik.

AJI Malang juga mengingatkan praktik konvergensi media yang mulai dilakukan oleh kelompok media itu semakin menambah beban kerja jurnalis. Seorang jurnalis dituntut menulis berita sekaligus mengambil foto dan video. Namun tidak ada tambahan penghasilan.

“Kami juga mengkritik penyajian berita oleh media siber yang menonjolkan berita vulgar dan berdarah-darah, Media siber sering menimbulkan malapraktik dalam kerja jurnalistiknya,” ungkap Hari.

http://www.beritajatim.com/peristiwa/240656/hari_istiawan_pimpin_aji_malang.htmlhari_istiawan_pimpin_aji_malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: