BPBD Data Kerusakan Pasca Banjir Bahodopi

Sepuluh Rumah Rusak Akibat Banjir

Bungku, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mulai melakukan penanganan pasca banjir di wilayah Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Pemerintah daerah mulai menyalurkan bantuan sembako terhadap korban banjir Sejak Selasa (9/6) hingga Jumat (12/6) lalu.

Selain itu, pemkab Morowali juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami rusak berat maupun rusak ringan akibat banjir yang melanda di daerah itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Fauziah Ismail mengatakan data kerusakan rumah warga untuk sementara berjumlah 10 rumah. Hingga saat ini BPBD masih melakukan proses pendataan terhadap kerusakan infrastruktur akibat banjir awal pekan lalu di Kawasan Industri Morowali Tsingshan itu.

“Semua infrastruktur yang rusak kita data, baik pemukiman warga di beberapa desa maupun infrastruktur pemerintah. Pendataannya masih sementara kita lakukan. Untuk data sementara sekitar 10 rumah warga yang rusak berat. Kita juga masih sedang salurkan bantuan di desa-desa yang terkena banjir,” kata Fauziah dihubungi Metrosulawesi via telepon seluler (ponsel) di Bahodopi, baru baru ini.

Bantuan yang diberikan, kata dia, seperti selimut, susu bayi, mie instan dan kebutuhan sembako lainnya yang dibutuhkan warga. Penanganan yang dilakukan dalam rangka tanggap darurat di wilayah bencana.

Sebelumnya, Camat Bahodopi Zainal mengatakan dari sejumlah desa yang terkena banjir di wilayah Kecamatan Bahodopi, hanya 3 desa yang mengalami kerusakan cukup parah. Diantaranya desa Bahomakmur, Keurea dan Bahodopi. Sementara desa lainnya meski tergenang banjir namun tidak mengakibatkan kerusakan parah.

“Hanya 3 desa itu yang parah. Desa-desa lainnya masih dalam kondisi baik meskipun tergenang banjir. Yang paling parah adalah desa Bahomakmur,” ujar Zainal.

Menurutnya, di desa Bahomakmur sebanyak 7 rumah warga rata dengan tanah diterjang banjir. Sedangkan di desa Keurea 3 rumah warga dan 1 lainnya di desa Bahodopi mengalami kerusakan cukup parah.

Sekretaris Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK – PRD) Kabupaten Morowali, Niswanto Rachman sebelumnya mengatakan dari pantauannya di lokasi banjir pada saat itu, sekitar puluhan rumah rusak di desa Bahomakmur akibat diterjang banjir. Sedangkan di desa Keurea sedikitnya 4 rumah rusak. Bahkan, 3 unit mobil dan 5 unit motor hanyut terseret banjir.

“Banjir ini diakibatkan oleh jebolnya tanggul di sungai Bahodopi. Kami sinyalir ini akibat dari penambangan yang tidak sesuai dengan Amdal, sehingga terjadi hal seperti ini. Pemerintah dan perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” ungkap dia.

Pada 2010 silam, banjir serupa pernah melanda wilayah Kecamatan Bahodopi. Namun, pihak perusahaan dan pemerintah daerah dinilai kurang serius meminimalisir bencana. Akibatnya, banjir terjadi lagi. Warga akhirnya menjadi korban dan kehilangan tempat tinggal.

“Seharusnya, sungai Bahodopi ditanggul permanen, bukan hanya ditimbun, karena debit air sungai Bahodopi besar, apalagi ketika terjadi hujan,” pungkas Niswanto.(MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: