Sempat Terputus, Jalur Kebun Kopi Dibuka Lagi

Palu,- Sebuah alat berat milik pemerintah dikerahkan untuk mengatasi longsor di Jalur Kebun Kopi, Sulawesi Tengah, Jumat (12/6) sore, untuk menormalkan kembali arus transportasi.
Salah seorang warga yang melintas di daerah itu menuturkan, alat berat tersebut mulai bekerja sejak siang untuk menggali gunung dan meratakan jalan yang tertimbun longsoran.

Longsor yang terjadi pada Jumat pagi itu menyebabkan sebagian jalan aspal ambles (jatuh), tepatnya di KM 12 yang masih berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Jalan itu sempat terputus sejak pagi hingga sore hari.

Ratusan pengemudi kendaraan terpaksa berbalik arah untuk mencari jalan alternatif menuju Palu atau Kabupaten Parigi Moutong akibat longsor tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, jalur kebun kopi tadi malam sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, namun menggunakan sistem buka-tutup.

“Untuk dilewati kendaraan roda empat atau lebih masih berbahaya karena masih rawan longsor,” kata warga yang melintas dengan sepeda motor tersebut.

Longsor di jalur Kebun Kopi itu disebabkan oleh turunnya hujan selama beberapa hari terakhir sehingga mengakibatkan tanah di lereng bukit menjadi gembur dan mudah digerus air.

Jalur Kebun Kopi sendiri berada di lereng bukit yang berkelak-kelok sepanjang sekitar 70 kilometer dari Kota Palu hingga Kabupaten Parigi Moutong.

Jalur Kebun Kopi merupakan jalur darat utama yang menghubungkan Kota Palu dan beberapa kabupaten serta provinsi tetangga Sulawesi Tengah. Jalur yang bersebelahan dengan jurang sedalam puluhan meter itu sering terjadi longsor sehingga warga diminta lebih hati-hati saat melintas terutama saat hujan deras.

Salah seorang warga, Hamdin mengatakan, masalah longsor ini sudah menjadi rutinitas tahunan seperti juga masalah kelistrikan. Tapi pemerintah tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut.

“Ini sudah menjadi masalah tahunan. Tapi sayangnya, Pemda sepertinya tidak punya jalan keluar untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” keluh Hamdin.

Untuk diketahui, pada 11 Januari lalu, jalur tersebut sempat lumpuh total. Lumpuhnya pergerakan lalu lintas saat itu lantaran material batu pasir (sirtu) yang bercampur pepohonan membungkus badan jalan di kilometer 14 arah Toboli-Tawaeli. Longsor itu membuat jalur tersebut lumpuh sekitar selama 30 jam.(ms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: