SKP-HAM Sebut Banyak Perampasan Lahan di Lasoani

Palu, – Sekretaris Jenderal Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP- HAM) Sulawesi Tengah Nurlaela Lamasitudju mengungkapkan, kasus perampasan hak atas lahan milik masyarakat banyak terjadi di Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur.

Perampasan lahan, kata Nurlaela adalah bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang harus mendapat perhatian serius. Dia menjelaskan, banyaknya pelanggaran HAM di Lasoani dibandingkan kelurahan lainnya di Palu diketahui setelah SKP-HAM melakukan penelitian dan menemukan fakta di lapangan.

Menurutnya, Kelurahan Lasoani menjadi posisi teratas pelanggaran HAM berdasarkan hasil penelitian dan temuan di lapangan.

Selain, didominasi kasus perampasan lahan masyarakat dengan cara kasar, juga menganti rugi lahan dengan harga sangat rendah. Perampasan, kata dia dilakukan oleh kalangan yang mempunyai kemampuan finansial, kekuasaan untuk menguasai dan merebut lahan mereka untuk menjadi milik mereka.

Menurutnya, setelah turun ke lapangan melihat secara langsung, masyarakat yang mengalami pelanggaran HAM tersebut, hingga kini masih mengalami trauma dan sulit beradaptasi dengan masyarakat luas atau orang baru dikenalnya.

“Mereka (masyarakat korban HAM) masih sulit berbaur dengan masyarakat sekitar terlebih-lebih orang muka baru dilihatnya,” katanya di Palu, belum lama ini.

Dia berharap, Pemerintah Kota Palu melakukan upaya dan langkah-langkah yang tepat untuk memberikan bantuan serta pembinaan mental kepada korban.

Berdasarkan hasil penelitian, pendataan dan temuan SKP HAM Sulteng di lapangan sejak awal 2000 – 2014 kasus pelanggaran HAM yang menimpa masyarakat asli Kelurahan Lasoani sangat besar dibanding dengan wilayah kelurahan lain yang ada di Palu.(METROSULAWESI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: