Penuhi Keluhan Warga, Longki Minta Telkomsel Bangun BTS

PALU, KABAR SELEBES – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola telah menyurati pihak Telkomsel terkait keluhan warga akan sulitnya komunikasi seluler di wilayah mereka. Sejak sebelum terpillih menjadi Gubernur pada 2009 lalu, Longki telah menyampaikan hal itu pada Telkomsel. Sementara saat menjabat sebagai Gubernur, ia sudah menyurat secara resmi.

Hal itu dilakukan Longki memenuhi janjinya pada saat kampanye untuk memediasi dan menyampaikan keluhan warga itu langsung pada Telkomsel.

“Jadi kami tidak berjanji membangun tower atau BTS, kami berjanji untuk memediasi, menyampaikan keluhan warga itu langsung kepada Telkomsel. Bila sampai saat ini beberapa daerah di Sulawesi Tengah belum terhubung dengan komunikasi seluler, itu tentu terkait kebijakan Telkomsel. Tentu sebagai badan usaha mereka berpikir untung rugi juga. Dan kami tidak punya kewenangan untuk mengintervensi,” sebut Longki, Selasa, 12 Mei 2015, di Kantor Gubernur Sulteng.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Informasi dan Komunikasi sudah melakukan pembicaraan dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

“Jadi di beberapa daerah ada BTS yang dibangun oleh provider komunikasi seluler seperti Telkomsel, Indosat dan XL ada pula yang dibangunkan oleh BPPPTI. Untuk tahun ini BPPPTI akan mengkosentrasikan pembangunan BTS di daerah-daerah perbatasan di Kalimantan lebih dari 100 BTS,” jelas Maulana Amier, Kepada Bidang Pengolahan Data, Diskominfo Sulteng yang ditemui pada kesempatan konferensi pers di ruangan media, Kantor Gubernur Sulteng.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Sulawesi Tengah Andi Syahrul Yotolembah, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyurati seluruh bupati terkait itu.

“Kita meminta Pemerintah kabupaten setempat untuk menginventarisis berapa tower yang aktif di tempat mereka, berapa pula yang sudah didirikan namun tidak diaktifkan,” ungkap Syahrul.

Menurutnya, itu sebagai upaya mengetahui perkembangan telekomunikasi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah dan bahan mereka untuk mengajukan usulan peningkatan atau pembangunan tower komunikasi di daerah kepada BPPPTI.

Terkait keluhan warga kepada Pemerintah Provinsi untuk pembangunan BTS, hemat Syahrul, tentu itu di luar kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Namun, kita sudah menyampaikan hal ini baik kepada pihak Telkomsel maupun BPPPTI. Kita berharap besar agar Telkomsel dan BPPPTI segera menyahuti permintaan kita itu.” Demikian aku Syahrul, mengutip penjelasan Gubernur Longki dalam beberapa kesempatan.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: