Pemkot Tak Sampai Hati Tutup Tambang Poboya

PALU – Pemkot Palu tak sampai hati menghilangkan akses dan mata pencaharian warga dengan menutup tambang Poboya. Kata Walikota Palu, Rusdi Mastura, cukup banyak warga yang menggantungkan hidup dengan mengais kandungan emas di lokasi tersebut.

“Sebagai kepala daerah, kadang saya juga bingung dengan desakan untuk menutup tambang di Poboya itu. Kita juga ingin menutupnya, tapi kasihan juga dengan warga yang sudah menggantungkan hidupnya dari situ,” ujarnya Rusdi saat menghadiri Lomba Kelurahan di Lolu Utara, Senin (11/5/2015).
Pengakuan itu diungkapkan terkait dengan terjadinya kasus pembacokan di Poboya Sabtu (9/5/2015) lalu yang melukai salah seorang warga Poboya karena soal rebutan lahan tambang.
Meski bingung, namun Cudi, begitu Rusdi Mastura akrab disapa, ia akan mencarikan solusi terbaik atas tambang tersebut, terutama mengajak pihak kelurahan dan kecamatan serta tokoh-tokoh masyarakat di Poboya untuk mengatur sistem pertambangan rakyat di wilayah tersebut.
Ia mengaku, tindak kriminal semacam pembacokan seperti itu sudah kerap terjadi di lokasi tambang. ”Baku bacok itu sudah biasa, asalkan satu sama satu. Namanya laki laki, itu biasa namun kita tetap mencari solusi terbaik,” sebutnya.(bp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: