Korban Banjir Danau Poso Terancam Wabah Penyakit

foto-bnjirrrr-436x272Poso – Ratusan rumah warga di Desa Tonusu dan Desa Leboni, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, hingga saat ini masih terendam banjir. Luapan air yang menggenangi rumah-rumah penduduk itu terjadi sejak empat hari terakhir.

Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Pamona Bersaudara mengakibatkan luapan air Danau Poso, serta ombak besar menghantam tanggul yang berada di pinggiran Danau Poso hingga jebol.

Kondisi inilah yang membuat luapan air Danau Poso mengalir ke rumah-rumah warga dan mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah warga yang ada di Desa Tonusu dan Desa Leboni.

Salah satu warga Desa Tonusu, Vincent Lumintang, saat ditemui mengatakan, akibat banjir ini warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terkena dampak banjir.

“Kami terpaksa mencari tempat yang aman untuk bisa tidur karena setiap malam pasti ada ombak yang besar menerjang rumah kami,” ungkapnya.

Kepala Desa Tonusu Agus Lala mengatakan, jika hujan masih terus-menerus selama satu minggu, diperkirakan ratusan hektar sawah milik warga akan terendam banjir. Saat ini di tiga yakni Salopa, Tonusu dan Leboni, sudah ratusan hektar sawah terendam banjir.

“Penyebab banjir ini karena luapan air danau. Selain itu hempasan ombak bisa mencapai tiga menter melampaui rumah-rumah warga,” jelas Kades.

Menurut Kades, curah hujan yang cukup tinggi ini sudah berlangsung sejak awal Mei. Jika kondisi seperti ini masih terus terjadi, dipastikan akan terjadi gagal panen.

“Ini yang sangat kami takutkan kalau sampai terjadi gagal panen,” ujar Kades Agus Lala.

Selain diresahkan dengan luapan banjir Danau Poso, warga juga mulai ketakutan dengan ancaman wabah penyakit. Karena setiap kali muncul musibah banjir, selalu diikuti dengan penyakit akibat rendaman air berhari-hari.

“Ketika air sudah turun bisa muncul penyakit flu, muntah-muntah, diare, dan penyakit lainnya,” tutur warga Tonusu, Natanael.

Kepada Desa Leboni, Pusaka Dura, menyampaikan pihaknya telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Bahkan pemerintah desa juga telah berupaya dan mengantisipasi adanya wabah penyakit dari dampak banjir yang terjadi.

“Yang saya takutkan jangan sampai terjadi seperti peristiwa banjir tahun 1982. Saat itu wabah penyakit begitu banyak sehingga banyak warga yang korban,” jelasnya.

Selain Desa Tonusu dan Desa Leboni di Kecamatan Pamona Puselemba, empat desa lainnya yang juga terendam adalah Desa Bancea dan Tokilo, Kecamatan Pamona Selatan, serta Desa Taipa dan Tindoli, Kecamatan Pamona Barat.(metrosulawesi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: