Longsor Tutup Akses Desa Lembantongoa

PALU – Sampai saat ini akses menuju desa Lembantongoa Kecamatan Palolo,

Kabupaten Sigi, tertutup akibat longsor pada 29 April lalu. Akses untuk

keluar masuk masih sangat sulit.

Sudah satu minggu lebih belum ada penanganan dari pihak pemerintah daerah.

Kondisi jalan masih seperti sejak awal belum bisa dilewati kendaraan roda

empat
Warga hanya bisa membuka jalan agar bisa dilewati motor karena banyaknya

tumpukan material, ujar Dedy, tokoh pemuda Lembantongoa.

Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas PU bisa sesegera mungkin

turun melihat langsung kondisi di lapangan.

Sebab, yang kasihan adalah warga. Seluruh aktifitas warga menjadi terhambat

karena sulit melewati jalan tersebut. Apalagi untuk memasarkan hasil

produksi pertanian kami sangat kesulitan.

“Jadi bisa dibilang aktifitas ekonomi desa Lembantongoa menjadi terhambat.

Biasanya diangkut pakai mobil atau pedagang yang datang langsung membeli.

Saat ini menjadi tidak bisa lagi”, tegas Ketua Karangtaruna Lembantongoa

tersebut.

Menyikapi kondisi Lembatongoa tersebut, Muh. Masykur, anggota DPRD Prov

Sulteng mendesak kepada Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Bina Warga agar

segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor.

Kami nilai aneh, masa sudah seminggu ini sama sekali belum ada upaya-upaya

respon cepat dari Pemda. Ini sama halnya bentuk cuek atau seolah-olah tidak

peduli dengan apa yang terjadi di masyarakat.

Masalah ini terjadi sampai berlarut-larut karena kurangnya koordinasi antar

perintah kabupaten dan provinsi. Padahal mestinya hal-hal seperti ini tidak

perlu terjadi.

Karena tidak ada hambatan berarti terkait koordinasi antar pemerintah

daerah. Apalagi faktor jarak antara Kab. Sigi dan Ibu Kota tidak jauh.

Oleh karena itu, kami berharap masalah ini bisa secepatnya diselesaikan

agar aktifitas warga kembali bisa normal.(KABARSELEBES)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: