Korban Banjir Morut Capai 5.755 Jiwa

Kolonodale – Banjir besar akibat meluapnya Sungai La’a di Kabupaten Morowali Utara (Morut) menyebabkan ratusan rumah warga di tiga kecamatan tergenang air antara satu sampai dua meter.

Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Drs Yalbert Tulaka mengemukakan pihaknya bersama tim dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Kolonodale, Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dinas PU/Perhubungan, Kadis Pertanian, KapolsekK Petasia Iptu Ritha Kongkoli bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi (BNPBP), melihat langsung bencana banjir di desa-desa sekaligus memberi bantuan bahan makanan.

Yalbert Tulaka mengungkapkan, korban banjir yang sudah didata di Kecamatan Petasia Barat adalah di Desa Togo 307 KK (1.110 jiwa), Moleono 126 KK (369 jiwa), Sampalowo 82 KK (310 jiwa), Onepute 190 KK (700 jiwa), Tiu 148 KK (541 jiwa), Koromatantu 54 KK (234 jiwa), Ulula’a 134 KK (498 jiwa), dan Tadaku Jaya 58 KK (222 jiwa). Sedangkan di Kecamatan Petasia Timur yakni Desa Bunta 212 KK (695 jiwa) telah dievakuasi ke Balai Desa Bunta, lalu di Desa Tompira masih tetap bertahan di rumah masing-masing 273 KK (1.676 jiwa). Dengan demikian, total korban banjir di Morut hingga saat ini total 1.584 KK (5.755 jiwa).

Sedangkan di Kecamatan Lembo, puluhan rumah digenangi air setinggi lutut orang dewasa karena tersumbatnya beberapa saluran air.

Dalam peninjauan lokasi banjir tersebut, telah disalurkan bantuan pemerintah provinsi, dinas sosial dan badan penanggulangan bencana provinsi, Pemda Morut, PT Agro Nusa Abadi (ANA), Polres Morowali, dan sumbangan perorangan lainnya.

Sementara itu ada beberapa sekolah yang akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada Senin (4/5), seperti Sekolah Satu Atap Togo dan Onepute, dipastikan tetap melaksanakan ujian dengan berpindah tempat di SMP Negeri III di Desa Maralee, Petasia Barat.

DPRD Tinjau Lokasi Banjir

Banjir besar akibat meluapnya Sungai La’a di Kabupaten Morowali Utara (Morut) menyebabkan ratusan rumah warga tergenang air antara satu sampai dua meter. Daerah terparah terjadi di poros Jalan Koromatantu – Sampalowo dan Tompira – Bunta.

Lokasi banjir ini ditinjau Komisi III DPRD Morut dipimpin ketuanya Gerpin Tampake, pekan lalu.

Menurut Gerpin, ada beberapa bagian volume jalan yang perlu ditingkatkan karena tergolong rendah sehingga selalu tenggelam jika dilanda banjir besar.

Menurut Kaur Umum Desa Tompira, Darson, kondisi banjir seperti ini akan berlangsung dua sampai tiga minggu, sehingga perlu diantisipasi agar para korban tetap bisa makan dan terjamin kesehatannya.

Sementara Kepala Desa Bunta, Alftred S. Pantilu, yang ditemui Metrosulawesi mengaku warganya yang sudah berhasil dievakuasi ke Kantor Desa dan Kantor PKK sebanyak 51 KK (Kepala Keluarga) termasuk bayi empat orang, balita 20 orang, lansia 20 orang serta ibu hamil enam orang.

Kaur Pemerintah Desa Tompira, Anwar Hamade, mengatakan para korban banjir sangat membutuhkan bantuan pemerintah berupa beras, obat nyamuk atau kelambu dan obat-obatan.

“Sejak banjir besar datang, warga di sini tidak ada mata pencaharian lagi karena rata-rata petani dan pekerja pompa pengisap pasir,” jelasnya.(metrosulawesi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: