Program Green and Clean Dianggap Gagal

Palu – Program Green and Clean yang diluncurkan

Pemerintah Kota Palu pada Februari 2011 silam melalui Dinas Kebersihan dan

Pertamanan dianggap tidak berjalan efektif.

Menurut salah seorang warga yang tinggal di Jalan Yojokodi, Anton, program

yang melibat semua komponen, baik SKPD maupun LSM itu tidak dibarengi

dengan tingkat kesadaran warga akan kebersihan.

“Dimana-mana, masih banyak warga membuang sampah bukan pada tempatnya.

Sehingga membuat pemandangan kota terasa tidak nyaman. Padahal, Pemerintah

Kota Palu sudah menyiapkan bak pembuangan sampah,” kata Anton, Minggu

(3/5).

Lanjut dia, program Green and Clean yang dicanangkan Pemkot Palu 2011 lalu

perlu dievaluasi karena tidak efektif. Buktinya kata Anton, Kota Palu masih

dipenuhi sampah di mana-mana.

Dia khawatir sampah hanya dijadikan isu politik dalam setiap momentum

pemilihan baik legeislatif maupun Pilwali.

“Sampah ini adalah masalah bersama yang perlu dituntaskan secara gotong-

royong. Namun program Green and Clean itu juga harus dievaluasi, sudah

sejauh mana progresnya. Sampah jangan hanya dijadikan isu politik untuk

meraih dukungan masyarakat ketika maju sebagai calon anggota legislatif

maupun calon walikota, tapi memang punya niat tulus untuk mengatasi sampah

yang menjadi ancaman serius bagi Kota Palu saat ini,” tegas Anton.

Pantauan Metrosulawesi, berbagai tempat di Kota Palu masih banyak warga

membuang sampah bukan pada tempatnya. Bahkan ada yang membuang sampah di

sungai dan drainase.
Seperti di Jalan Yojokodi, sampah di samping pabrik roti berserakan hingga

menutup drainase.(metrosulawesi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: