Terlibat Pilkada, Jurnalis Harus Mundur atau Cuti

PALU – Seorang jurnalis tidak boleh berpihak dalam ajang

politik seperti pemilihan kepala daerah (pilkada). Jurnalis harus

mengundurkan diri atau cuti bila tetap ingin terlibat dalam ajang pilkada.
“Dia harus cuti bila ingin terlibat dalam suatu ajang politik atau terlibat

dalam pilkada,” kata Eko Maryadi, Presiden Jurnalis Asia Pasifik pada Rapat

Koordinasi Stakeholders Dalam Rangka Pendidikan Pengawasan Partisipatif

Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil

Walikota se-Sulawesi Tengah, di Palu (02/05/2015).
Dengan keterlibatan dalam ajang politik atau pilkada, jurnalis juga tidak

diperbolehkan melakukan peliputan atau mengedit berita yang terkait dengan

pilkada.
Jurnalis tidak boleh terlibat dalam ajang pilkada, juru bicara, juru

kampanye, kandidat, tim sukses. “Harus mundur bila ingin terlibat dalam

pilkada,” kata Eko Maryadi.
Eko Maryadi mencontohkan, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

Dulunya dia adalah wartawan detik yang dibreidel dan anggota AJI. Tetapi

saat maju menjadi calon wakil gubernur, dia mundur dari AJI dan berhenti

dari dunia kewartawanan(kabarselebes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: