KSBSI Sulteng Tolak Kenaikan Upah 5 Tahun Sekali

PALU, KABAR SELEBES – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Tengah menolak rencana pemerintah menerapkan sistem kenaikan upah lima tahun sekali.

Penolakan tersebut disuarakan sekitar 400 buruh anggota KSBSI Sulteng turun ke jalan memperingati hari buruh internasional (May Day), Jumat (1/5).

Selain sistem pengupahan, KSBSI Sulteng juga menuntut pelakasanaan BPJS pensiun per 1 Juli 2015, menolak outsourcing dan kerja bahaya, menolak perdagangan bebas dan masyarakat ekonomi Asean, perlindungan pembantu rumah tangga dan buruh migran.

Selanjutnya, perlindungan terhadap guru dan pegawai honorer, serta menolak surat keputusan Menteri Perindustrian tentang objek vital.

Aksi May Day KSBSI yang dipimpin langsung Karlan Lahandu, Ketua Korwil KSBSI Sulteng, dalam bentuk konvoi kendaraan bermotor.

Mereka melintasi ruas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian Kota Palu, di antaranya Pasar Bambaru, Transmart, kawasan pertokoan Gajah Mada, Hasanuddin dan Monginsidi.

Aksi konvoi KSBSI ini mendapat pengawalan dari kepolisian hingga mereka kembali di titik kumpul Kantor Korwil KSBSI Sulteng, Jalan Sriwijaya.

Aksi juga dilakukan puluhan mahasiswa di Kota Palu ikut memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulteng, Jumat (1/5).

Mereka yang tergabung dalam GEMA (Gerakan Mahasiswa) Sulteng ini menyerukan pembentukan partai buruh tanpa elit politik.

Husran Tampese, koordinator aksi mengatakan, nasib buruh tidak dapat diserahkan kepada elit politik yang ada saat ini sebab mereka hanya berpikir untuk kelompoknya sendiri.

“Saatnya buruh bangkit membangun partai buruh,” tegasnya.

GEMA Sulteng merupakan gabungan beberapa elemen, diantaranya BEM Fisip Universitas Tadulako, Pembebasan, SMIP (Solidaritas Mahasiswa Progresif), IAIN, Himasos Untad, HMJ Arsitektur Untad.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, “Penuhi kesejahteraan buruh, wujudkan demokrasi sejati dan bangun partai buruh tanpa elit politik”.

Selain berorasi, massa aksi juga sempat membakar ban bekas.(kabarselebes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: