Khawatir Ganggu Sumber Air, Warga Silondou Tolitoli Tolak PT. CMP

TOLITOLI – Khawatir sumber air yang ada di desanya berkurang dan rusak, maka puluhan warga yang mengatasnamakan dirinya Masyarakat Silondou Menggugat (MSG) mendatangi kantor DPRD Tolitoli untuk menolak kehadiran PT. Citra Mulya Perkasa (CMP) yang berinvestasi perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektar.

“Air adalah sumber kehidupan, jika sumber air dirusak, dan kita tidak bisa lagi mendapatkannya, maka ini adalah bencana. Makanya, sebelum bencana itu datang, maka kami dari Masyarakat Silondou Menggugat dengan tegas menolak keberadaan investasi sawit oleh PT Citra Mulya Perkasa di Desa Silondou,” kata Irwan, koordinator aksi tersebut di depan anggota DPRD Tolitoli, Senin (27/4/2015).

Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir sejak perusahaan tersebut membentuk pola dasar penanaman bibit sawit di wilayah perbukitan di sekitar desa yang juga sumber air bagi warga setempat, debit air menjadi turun dan bahkan ada air yang keruh karena bercampur dengan lumpur.

“Bukan cuma areal persawahan dan perkebunan warga yang dirugikan, kami juga tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih, karena bak penampungan telah dipenuhi lumpur,” sebutnya.

Ia mengungkap fakta bahwa PT CMP dalam melakukan aktifitas perkebunan sawit itu tanpa persetujuan warga. “Sebelumnya warga dijanjikan akan diundang untuk sosialisasi guna membangun kesepahaman, namun kenyataannya tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan dan justru langsung melakukan aktifitas,” bebernya.

Warga yang berdemo itu diterima pimpinan DPRD Tolitoli masing-masing Mustarim dan Ir Nursidah K Bantilan. Pimpinan DPRD Tolitoli itu menjanjikan akan mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan aktifitas perusahaan tersebut sesuai keinginan masyarakat Desa Silondou yang dirugikan.

“Kami mengeluarkan rekomendasi sesuai apa yang menjadi tuntutan, takutnya nanti terjadi gejolak yang bisa menimbulkan konflik horizontal antar warga, namun kami juga anggota DPRD bersama pihak terkait lainnya, akan segera turun ke lapangan meninjau langsung kondisi rilnya, jika tuntutan itu tidak sesuai kenyataan, maka rekomendasi akan dicabut,” jelas Mustarim. (beritapalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: