183 KK Warga Desa Pilimakujawa Terisolir

PALU, KABAR SELEBES – Pemerintah Kecamatan Kulawi Selatan menyatakan

sebanyak 183 kepala keluarga di Desa Pilimakujawa masih terisolasi. Selain

itu, di Pipikoro Timur ada tujuh desa yang turut terkena dampak dari

putusnya jembatan gantung Sungai Pono, Jumat (24/04).
Camat Kulawi Selatan Ajudan Bati mengatakan saat ini langkah

pemerintah kecamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Kabupaten Sigi serta masyarakat sedang membuat rakit darurat untuk

digunakan sebagai alat penyeberangan. Sarana penyeberangan menjadi

kebutuhan utama warga di seberang Sungai Pono.
“Namun karena labran dari BPBD masih kurang sehingga besok baru

bisa diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Ajudan Bati saat

dikonfirmasi KabarSelebes.com, Jumat sore.
Akibat putusnya jembatan gantung ini juga, anak sekolah dari desa tetangga

dan bersekolah di Desa Pilimakujawa juga terpaksa diliburkan.
“Guru-guru dan murid tidak bisa menyeberang, mereka kita liburkan

dulu sementara waktu,” ujar Ajudan Bati.
Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi, Kamis malam

(23/04) mengakibatkan Sungai Pono meluap dan memutuskan sebuah jembatan

gantung Sungai Pono di Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi

Tengah.
Jembatan gantung di Desa Pilimakujawa merupakan akses utama warga

ke jalan utama di Desa Lempelero. Jembatan ini juga salah satu jalur menuju

Kecamatan Pipikoro Timur.
Jarak Desa Pilimakujawa dari Palu –ibukota Propinsi Sulawesi Tengah

sekitar 94 kilometer.(kabarselebes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d bloggers like this: